You are here
Pengerjaan Jargas di Prabumulih, KSO Mengedepankan Sisi Safety DAERAH HEADLINE 

Pengerjaan Jargas di Prabumulih, KSO Mengedepankan Sisi Safety

PRABUMULIH, MS – Konsorsium PT Wijaya Karya (WIKA), PT Rekayasa Industri (Rekind), dan Nindya Karya (NK) dalam penyelesaian pembangunan mega proyek 32 ribu sambungan jaringan gas kota (Jargas) di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) mengutamakan sisi keamanan (safety). Bahkan saat ini pemasangan infrastruktur sambungan gas ke rumah warga di Prabumulih tersebut telah rampung. Hal ini diungkapkan Department Head Corporate Comunication & CSR PT Rekayasa Industri, Dodi Yusmianto, Rabu (18/01/2017).

“Pembangunan jaringan gas kota yang dilakukan PT Rekind telah selesai 100 persen,” ungkap Dodi.

Bahkan, pihaknya sudah melakukan uji coba penyaluran gas (gas in) ke sambungan rumah-rumah dan kompor yang ada di Kota Prabumulih. “Pada 28 Desember 2016 lalu Walikota Prabumulih Ridho Yahya didampingi GM Pertamina EP Asset 2 Ekariza yang melakukan uji coba penyaluran gas,” pungkasnya.

Dikatakan dia, proyek pembangunan jaringan gas bumi yang dilakukan Pemerintah kota (Pemkot) Prabumulih sebagai salah satu upaya pengoptimalan penggunaan gas bumi. “Kota Prabumulih menjadi kota yang menerima program jaringan gas kota dengan jumlah sambungan terbanyak di Indonesia,” ujarnya.

Menurut dia, dipilihnya Kota Prabumulih sebagai kota penerima proyek jaringan gas kota karena dianggap berhasil dalam program jaringan gas kota sebelumnya. “Ya, didukung juga masyarakat Prabumulih yang sangat koorperatif dalam pengembangan infrastruktur gas,” imbuh Dodi.

Bahkan, dalam pengerjaan gas tersebut ketiga BUMN yang tergabung dalam kerjasama operasi (KSO) mengedepankan sisi safety dalam pengerjaan. Seperti instalasi pipa tekanan menengah dan rendah terdapat regulator sektor yang berfungsi menurunkan tekanan gas dan untuk menambah sistem keamanan jika terjadi kebocoran.

“Semua pipa distribusi (DTT, DTM, dan DTR) dialiri juga zat pembau. Sehingga apabila terjadi kebocoran akan mudah dan cepat untuk diidentitifikasi dan diatasi,” tukasnya. (nor)

Related posts

Leave a Comment