You are here
Perdagangan Orang, Lubuklinggau Diminta Waspada HEADLINE POLITIK & PEMERINTAHAN 

Perdagangan Orang, Lubuklinggau Diminta Waspada

LUBUKLINGGAU, MS – Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT-PPTPPO) Sumsel yang juga Wakil Gubernur Sumsel, H Ishak Mekki mengatakan data yang dimiliki pihaknya menyebutkan di Sumsel sudah terjadi kasus tersebut.

Data di 2015 terdapat 4 kasus dengan 7 orang korban. Di 2016 terdapat 5 kasus dengan 8 orang korban, sedangkan di 2017 ada 1 kasus dengan 2 orang korban. Itu diungkapkan Ishak Mekki di acara sosialisasi GT-PPTPPO, digedung kesenian Pemkot Lubuklinggau, Rabu (3/5/2017).

“Ini sosialisasi, mengharapkan jangan sampai ada di Lubuklinggau. Karena ini sudah banyak kita temui di 2015, 2016 dan 2017. Ini yang melapor. Yang tidak melapor, tentunya banyak lagi, ini menyangkut harga diri, harkat dan martabat seseorang. Jadi kalau ada permasalahan, baru dia melapor. Tapi kalau tidak ada permasalahan, dia gak akan melapor,” katanya.

Dirinya mengajak agar seluruh Ketua di Kabupaten/Kota untuk mensosialisasikan sekaligus menangkal agar tidak sampai masuk diwilayah masing-masing.

“Kalau ada ajakan, rayuan, bujukan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab kepada anak kita, keluarga kita, tetangga kita yang akan diperjual belikan, supaya bisa melapor,” ujarnya.

Ishak mengungkapkan, dalam kasus tindak pidana perdagangan orang yang rentan diperjual belikan yakni perempuan dan anak. “Ini faktornya kemiskinan, kebodohan, ketidak tahuan, karena pengangguran, terbelit hutang sehingga mudah ditekan. Ini bisa saja yang melakukan orang-orang yang terdekat, bisa orang tua angkat, bisa keponakan, bisa tetangga dan sebagainya,” ungkap Ishak.

Lebih lanjut, modus pelaku tindak pidana perdagangan orang banyak cara dilakukan oleh mereka. Diantaranya modus dengan paspor umroh dana diajak bekerja sebagai TKI. “Itu ternyata dijual disana. Kalau diajak seperti itu, pelajari dulu dokumennya, tujuannya kemana, dipekerjakan apa. Kalau diiming-iming gaji besar, tamatan SD, ini kan mencurigakan, harus ditanya, dilaporkan,” ungkapnya.

Khusus di Lubuklinggau, kata Ishak, tindak pidana perdagangan orang masih zero. Namun bukan tidak mungkin ada pendatang yang memanfaatkan Lubuklinggau yang merupakan daerah transit. Karena itu, aparat di Lubuklinggau untuk mewaspadai hal tersebut. “Apalagi kita akan menghadapi bulan suci Ramadhan. Kalau ada warung remang-remang, Pol PP untuk mengatasi jangan sampai merusak citra kabupaten/kota kita,” jelasnya.

Ishak juga menambahkan, kemajuan teknologi juga dapat dimaanfaatkan orang tidak bertanggung jawab sebagai media berkomunikasi.

“Mucikari, papi, mami bisa berhubungan langsung dengan teknologi canggih saat ini. Untuk itu kemajuan teknologi ini ada dampak positif, negatifnya. Positinya semua informasi dapat kita serap dan ketahui. Negatif kalau tidak kita cermati, dapat terbujuk rayu yang menyesatkan,” ungkapnya.

Sementara itu Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Andi Kumara mengimbau kepada masyarakat, jika ada orang yang mengiming-imingi pekerjaan dengan gaji besar, harus lebih dulu dicari informasinya atau diselidiki. “Jadi diimbau, harus teliti dan diselidiki. Itu sebagai langkah pencegahan, sebab meski belum ada kasus seperti ini, Lubuklinggau merupakan daerah potensial,” pungkasnya. (dhiae)

Related posts

Leave a Comment