You are here
Perempuan Merupakan Seorang Pendidik HEADLINE POLITIK & PEMERINTAHAN 

Perempuan Merupakan Seorang Pendidik

PALEMBANG, MS – Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Sedunia, Korps HMI Wati (KOHATI) Komisariat Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum UIN Raden Fatah Palembang menggelar diskusi dengan tema “Fungsi dan peran perempuan serta pengaruhnya bagi kemajuan bangsa demi mewujudkan perempuan sebagai tiang Negara”.

Diskusi ini menghadirkan Komisioner KPU Sumsel Henny Susantih MPd, Sekretaris LPM UIN Raden Fatah Palembang Dr Arne Huzaimah dan Sekretaris Prodi Muamalah UIN Raden Fatah Armasito SAg MH. Diskusi ini di gelar di ruang VIP Academic Center UIN Raden Fatah Palembang, Jumat (10/03/2017).

Dr Arne Huzaimah MHum memaparkan bahwa seorang perempuan merupakan  seorang pendidik yang pertama dalam keluarganya. “Generasi yang baik akan lahir dari seorang perempuan yang baik. Dan tugas perempuan harus memiliki pendidikan yang bagus guna menompang pendidikan generasi selanjutnya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KPU Sumsel Henny Susantih MPd menjelaskan mengenai peran seorang perempuan dalam kanca perpolitikan. Ia mengatakan bahwa dalam jurnal perempuan, disebutkan paling tidak ada dua persoalan perempuan dalam politik di Indonesia. Pertama, masalah keterwakilan perempuan yang sangat rendah di ruang publik. Kedua, masalah belum adanya partai politik yang secara konkret membela kepentingan perempuan.‎‎

“Kuota 30% perempuan dalam parlemen merupakan sesuatu yang wajib menjadi perhatian. Banyak kaum feminis yakin, hadirnya perempuan dalam dunia politik akan memberikan harapan bagi perubahan politik yang arogan, korup, dan patriarkis,” jelas Henny.‎

Sekretaris Prodi Muamalah Fakuktas Syari’ah dan Ilmu Hukum UIN Raden Fatah Palembang, Armarsito mengatakan ada hal yang harus perhatikan seorang perempuan yakni ritual agamanya dalam memahami Islam sebagai rahmatan lil alamin.‎

“Banyak hal yang bisa dilakukan kaum wanita dalam masyarakat dan negara, dan ia punya perannya masing-masing yang tentunya berbeda dengan kaum laki-laki. Hal ini sebagaimana yang dilakukan para shahabiyah nabi. Dan Kesuksesan perempuan itu diliat dan diukur dari peran dosmetiknya,” tutup Armasito. (za)‎

Related posts

Leave a Comment