You are here
Pertamina EP Pendopo Field Dukung Program GPM DAERAH 

Pertamina EP Pendopo Field Dukung Program GPM

pertamina1

PALI, MS – Pertamina Asset II Pendopo Field, mendukung Gerakkan Pali Membaca (GPM), dengan menggelar kegiatan lomba mewarnai, peserta yang ikut dalam lomba tersebut, dari TK / PAUD, bukan hanya lomba saja diadakan, akan tetapi seluruh guru diberikan ilmu pengetahuan, bagaimana mendidik anak dengan baik. Gerakkan Pali Membaca ini dibawah binaan dari Yayasan Al Musyarafah, yang langsung dipegang oleh ibu Sari Widyawati Lacony.

Manager Pendopo Field Heri Aminanto, melalui Legal dan Promosion Nursela, mengungkapkan bahwa kegiatan ini mendukung dari program kerja  Gerakkan Pali Membaca (GPM), apalagi perusahaan sudah sepatutnya mendukung semua program khususnya dunia pendidikan, pendidikan modal utama kesuksesan, dan demi meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri.

“GPM merupakan organisasi masyarakat, yang selalu mengutamakan pendidikan, harus didukung dengan sepenuhnya, dan bukan hanya anak didik saja, akan tetapi guru juga harus diberikan ilmu pengetahuan, kunci utama dari pendidikan adalah seorang guru dan buku, tanpa guru terasa hampa, begitu juga ada buku tanpa guru, begitu sulit mempelajarinya, “ ujarnya. Rabu (16/11)

Dikatakan Ketua Yayasan AL Musyarafah, Sari Lacony, kegiatan ini memang dibawah binaan dari yayasannya, akan tetapi ormas ini hanya sebatas program dari yayasan, dan semua pengurus dari GPM ini merupakan generasi muda dari Pendopo, dan gerakkan ini hanya membantu masyarakat, untuk meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri, serta menggali semanggat untuk gemar membaca.

“Kegiatan ini langsung bekerja sama Pendopo Field, Gerakkan Pali Membaca, Lyra Germany dan Giotto, yang telah mensukseskan acara tersebut, bukan hanya didik saja diutamakan, akan tetapi tenaga pendidik juga, harus diberikan ilmu pengetahuan, seperti bagaimana mendidik anak dengan baik dan benar, “ ujarnya.

Ia menambahkan peserta yang ikut dari lomba mewarnai, berjumlah 150 orang dari TK maupun PAUD, dan anak tersebut untuk belajar mandiri, apabila pemikiran sudah muncul, barulah peran orang tua yang dibutuhkan, anak belajar kreatif bagaimana mengembang pola pikiran dengan baik dan benar, sesuai dengan pelajaran yang ada. (Yeng)