You are here
Pilkada Prabumulih, Demokrasi Itu Bebas Memilih HEADLINE POLITIK & PEMERINTAHAN 

Pilkada Prabumulih, Demokrasi Itu Bebas Memilih

PRABUMULIH, MS – Menyikapi Pilkada calon tunggal di kota ini. Pengamat politik dari Stisipol Chandradimuka Palembang, Ade Indra Chaniago mengungkapkan, kalau demokrasi itu bebas memilih.

Menurutnya, satu pilihan sebenarnya bukan demokrasi. Dan, ia sendiri sedih di Prabumulih ini hanya ada calon tunggal pada Pilkada Serentak.

“Namun memang pada Undang-Undang No 10/2016 tentang Pilkada mengatur tentang Pilkada calon tunggal. Jika mau menang, calon tunggal harus meraih 50 persen plus satu dari suara sah. Dan, sebaliknya jika kotak kosong menang. Tidak akan terjadi kekosongan pemimpin di kota ini, karena ada Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota (Wako) yang ditunjuk Kementerian Negri (Kemendagri) untuk menjalankan roda pemerintahan,” ucapnya ketika memberikan penyuluhan kepada pelahar terkait sosialisasi Pilkada Serentak kepada ribuan pelajar kemarin (6/4) di Pendopoan Rumah Dinas (Rumdin) Wako.

Ungkapnya, karenanya pelajar jangan sampai buta politik. Sehingga, tidak menjadi korban politik. Ia menekan, pelajar harus melek politik agar tidak menjadi korban politik.

“Salah satunya pada Pilkada Serentak, ada dua penting yang harus diperhatikan sebelum menentukan pilihan. Pertama, pelajari dahulu rekam jejak kandidat. Karena, mengukur prestasi kandidat dari keberhasilan memimpin rumah tangganya. Kedua, pahami dan pelajari program yang disampaikan. Apakah benar-benar dibutuhkan masyarakat atau tidak,” jelasnya.

Ia menekankan, agar pelajar tak tergiur dengan uang yang diberikan kandidat. Karena, ungkapnya tidak ada uang yang cuma-cuma dan akhirnya bagian dari korupsi ujung-ujungnya.

“Pemimpin harus mendidik, tetapi bukan hal yang negatif. Pada Pilkada serentak 27 Juni mendatang, datang ke Tempat Pemilihan Suara (TPS). Pilih atau coblos sesuai hati nurani,” ujar Ade.

Sementara itu, Pjs Wako, H Richard Chahyadi AP MSI mengimbau, agar pelajar menggunakan dalam memilih dan berhati-hati menentukan pilihan pada 27 Juni mendatang merupakan Pilkada Serentak yaitu Pilwako dan Pilgub.

“Agar pemimpin yang terpilih adalah yang tepat. Pelajari terlebih dahulu rekam jejak calon, begitupun program yang ditawarkan,” bebernya.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mewanti, agar pelajar tidak tergiur janji calon yang belum pasti dan terealisasi.

“Silahkan memilih yang menurut kalian (pelajar, red), dan jangan sampai salah memilih. Makanya, perlu bekal untuk menentukan pilihan yang tepat. Pelajari rekam jejak dan program kandidat dengan jelas, sebelum menentukan pilihan,” imbaunya. (nor)

Related posts

Leave a Comment