You are here
PMI Kota Lubuklinggau Gelar Diklat Relawan Markas, MoU dengan Pimpinan Rumah Sakit DAERAH HEADLINE 

PMI Kota Lubuklinggau Gelar Diklat Relawan Markas, MoU dengan Pimpinan Rumah Sakit

PMI 5

PMI 2LUBUKLINGGAU, MS – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lubuk Linggau menggelar musyawarah kerja, pelatihan pengurus, pelatihan staf dan pegawai markas serta Diklat Relawan. Kegiatan itu sendiri dipusatkan di Pendopoan Rumah Dinas (Rumdin) Walikota Lubuk Linggau, Kelurahan Petanang, Rabu (12/2/2020).

Acara diawali dengan pembacaan prinsip-prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah oleh anggota PMR SMA Negeri 2 Kota Lubuklinggau.

Dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkot Lubuklinggau dan PMI Cabang Lubuklinggau dengan seluruh pimpinan rumah sakit disaksikan langsung Ketua PMI Pusat Bidang Organisasi, H Muhammad Muas dan Ketua Dewan Kehormatan (DK) PMI Kota Lubuklinggau yang juga Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar.

Dalam arahannya, H Sulaiman Kohar sangat mengapresiasi upaya PMI Kota Lubuklinggau menggelar berbagai kegiatan positif. PMI lanjut Wawako adalah garda terdepan jika terjadi bencana. Oleh karena itu, dirinya berharap PMI hadir dengan program kerja yang lebih nyata dalam upaya menghadapi musibah yang terjadi.

PMI 3Kedepan akan dibentuk unit donor darah sesuai standar PMI. “Anggota PMI tidak ada gaji. Atas dasar itulah, kami mencari orang-orang yang siap berkorban untuk alasan kemanusian,” ucapnya.

Ketua PMI Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana dalam sambutannya mengatakan saat ini PMI Kota Lubuklinggau telah berusaha sebaik mungkin dalam aksi solidaritas kemanusiaan. Bahkan bantuan tersebut tak hanya bagi warga Kota Lubuklinggau tapi juga terhadap masyarakat daerah tetangga jika dibutuhkan.

“Kalau bisa membantu tentu akan kami bantu. Kami akan menggiatkan kembali PMR di sekolah dari tingkat SD hingga SMA,” ujarnya seraya menambahkan upaya ini dilakukan agar anak-anak lebih tanggap terhadap bencana akibat perubahan iklim yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Sebelum pelatihan ini sambung Yetti, pihaknya telah merekrut relawan melalui seleksi secara terbuka.
Pelatihan relawan ini dilakukan selama tujuh hari, diharapkan setelah pelatihan, para relawan siap dimobilisasi dalam setiap bencana, tidak hanya di Kota Lubuklinggau tetapi juga diluar Kota Lubuklinggau.

PMI 4“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan acara ini. Mudah-mudahan markas PMI Kota Lubuklinggau sesuai dengan standar PMI pusat,” imbuhnya.
H Muhammad Muas, selaku Ketua PMI Pusat Bidang Organisasi dalam kesempatan itu berharap kedepan ada kerjasama secara berkesinambungan untuk membangun PMI menuju kearah yang lebih baik.
“Saya menegaskan setiap individu harus siap mengabdi untuk membantu misi kemanusiaan dan menjadi organisasi PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang terdepan.
Setiap anggota harus menghayati dan bekerja sepenuh hati agar misi kemanusian membantu orang tanpa pamrih bisa terlaksana sebagaimana diharapkan,” ungkapnya.

Kota Lubuklinggau khususnya Sumatera Selatan telah berkontribusi besar dalam pembangunan dan perkembangan dari awal kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Jangan sampai negara retak karena adanya sparatis, perbedaan agama dan beda budaya jagalah keutuhan bangsa Indonesia.

Lahirnya PMI pada tahun 1964 diilhami, saat itu kebutuhan darah untuk para militer mengalami kekurangan, maka dari itu dibentuklah PMI oleh Presiden Soekarno.
Hadir dalam acara itu Ketua DWP, Hj Rika Rahman dan sejumlah Kepala OPD dilingkungan Pemkot Lubuklinggau dengan tema “Bekerja lebih jauh untuk mengajak orang menjadi relawan dan meningkatkan SDM untuk meningkatkan kinerja dalam menghadapi bencana,”. (Dhia/adv)

Related posts

Leave a Comment