You are here
Pratinjau Strategi di Tahun 2025, Cargill Perusahaan Minyak Sawit Yang Berkelanjutan DAERAH HEADLINE 

Pratinjau Strategi di Tahun 2025, Cargill Perusahaan Minyak Sawit Yang Berkelanjutan

Cargill

Cargill merilis laporan minyak sawit yang berkelanjutan 2019 (sustainable Palm Oil 2019), menyoroti pencapaian perusahaan di 2019 dan melakukan pratinjau terhadap strategi perusahaan di tahun 2025.

Cargill 2JAKARTA, MS – Cargill berkomitmen mengeliminasi penggundulan hutan di seluruh konsesi kelapa sawit komersial dalam rantai pasokan pihak ketiga perusahaan pada akhir tahun 2020. Dalam laporan minyak sawit yang berkelanjutan tahunannya, yang dirilis hari ini, Cargill menyoroti pencapaian perusahaan menuju target kemamputelusuran dan keberlanjutan 2020, sambil melakukan pratinjau terhadap strategi perusahaan di tahun 2025. Laporan tersebut menguraikan pekerjaan dan komitmen perusahaan yang sedang berlangsung di lebih dari 10 negara bersama dengan 22.000 petani plasma kelapa sawit untuk mengirimkan minyak kelapa sawit berkelanjutan ke ratusan pelanggan di seluruh dunia.

Cargill bangga memiliki peran dalam mendorong perubahan transformatif di seluruh sektor minyak kelapa sawit,” kata John Hartmann, pemimpin keberlanjutan global untuk operasi minyak sawit Cargill. “Kemajuan ini hanya dimungkinkan melalui upaya luar biasa dari para petani, perusahaan perkebunan kelapa sawit, pelanggan kami, rekan-rekan industri dan tim kami yang berfokus pada pencapaian visi bersama tentang keberlanjutan minyak kelapa sawit.”

Kemajuan sepanjang 2019
• Cargill senantiasa berkomitmen dan terus berupaya mengeliminasi penggundulan hutan di seluruh konsesi kelapa sawit komersial dalam rantai pasokan pihak ketiga Cargill pada akhir tahun 2020.
• Pada kuartal keempat tahun 2019, 93% dari volume minyak kelapa sawit Cargill secara global telah mematuhi kebijakan “No Deforestation, No Peat and No Exploitation” (NDPE), dan 58% dari penyuling langsung perusahaan telah menerapkan rencana implementasi NDPE yang kredibel untuk rantai pasokan mereka.
• Cargill telah menetapkan proses yang jelas dan transparan untuk mengelola dan menyelesaikan keluhan NDPE. Untuk memberikan transparansi, kami mengungkapkan keluhan yang berada di luar ruang lingkup prosedur kami.
• Perusahaan juga terus berupaya mencapai kemamputelusuran pasokan kelapa sawit ke perkebunan di area berisiko tinggi pada akhir tahun 2020.

Laporan ini memberikan rincian lebih lanjut tentang area fokus prioritas Cargill, termasuk kemamputelusuran, keluhan, keterlibatan pemasok, proyek lanskap, petani plasma dan perkebunan Cargill.

Strategi ke Depan: Rencana 2025
Rantai pasokan berkelanjutan adalah komitmen berkelanjutan di seluruh rantai pasokan Cargill dan membutuhkan upaya yang konsisten dan fokus untuk membuat kemajuan berkelanjutan. Saat Cargill melihat lima tahun ke depan, upaya keberlanjutan akan meluas ke:
• Memastikan kepatuhan: Bekerja sama dengan pemasok langsung untuk memverifikasi kepatuhan mereka terhadap kebijakan Cargill dan terus mendukung mereka yang belum mencapai tonggak sejarah ini untuk bertanggung jawab dalam rencana kerja mereka. Cargill akan bekerja sama dengan mereka untuk memfasilitasi keterlibatan rantai pasokan mereka secara lebih baik untuk mendorong transformasi, khususnya di tingkat pedagang tandan buah segar dan petani plasma, melalui peralatan dan pelatihan. Kami akan memasukkan pemasok ke dalam proses pengaduan jika mereka tidak membuat kemajuan yang signifikan terhadap pencapaian dalam rencana mereka.
• Mengatasi kebocoran: Bertujuan untuk mengatasi “kebocoran pasar” melalui kerja sama kembali dengan para pemasok yang ditangguhkan jika memungkinkan untuk mencegah pertumbuhan praktik yang tidak berkelanjutan dan mendorong kemajuan dalam pengadaan sumber daya berkelanjutan melalui kolaborasi di Indonesia, Malaysia, India dan China.
• Mendukung petani plasma: Uji coba dan skala ‘model perlindungan produksi’ dengan petani plasma dan masyarakat untuk mencegah penggundulan hutan di luar konsesi dan memastikan peningkatan kesejahteraan.
• Berkolaborasi dengan rekan-rekan: Melakukan kolaborasi pre-kompetitif dengan rekan-rekan di industri melalui proyek lanskap yang sedang berlangsung ataupun yang baru dengan fokus pada produktivitas petani plasma, konservasi, hak tanah dan pemetaan gudang pasokan pabrik.
• Melindungi hak asasi manusia: Bermitra dengan para pakar ketenagakerjaan untuk meninjau dan meningkatkan uji tuntas, pemantauan, dan peningkatan hak asasi manusia. Cargill juga akan bekerja dengan para mitra melalui Decent Rural Living Initiative untuk meningkatkan kesejahteraan serta kondisi pekerja dan keluarga mereka.
• Bekerja sama dengan pemerintah: Memulai dialog dengan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran seputar kegiatan, menyelaraskan dengan rencana tingkat provinsi atau negara bagian dan mendukung sertifikasi nasional dan penegakan peraturan untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan untuk praktik-praktik yang lebih baik.
• Meningkatkan transparansi: Cargill akan meningkatkan transparansi dan kemajuan terhadap komitmen NDPE melalui platform teknologi interaktif dan inovatif yang memberikan wawasan lebih luas ke dalam rantai pasokan kelapa sawit.

Secara global, Cargill mengoperasikan dan mengelola 17 kilang, sembilan pabrik kelapa sawit, tiga pabrik penghancur inti sawit, dan lima perkebunan kelapa sawit. Perkebunan perusahaan bekerja dengan hampir 22.000 petani plasma (yang masing-masing memiliki 2 hektar perkebunan). Lebih dari 95% volume minyak sawit Cargill berasal dari pihak ketiga (sekitar 1.277 pabrik).

Lembar Fakta Kemajuan Keberlanjutan Cargill di Indonesia Cargill sangat menghargai pentingnya praktik berkelanjutan dalam operasinya dan melihat nilai signifikan dalam menciptakan solusi untuk mendorong sektor pertanian dan industri secara umum menjadi lebih berkelanjutan. Pada 2014, Cargill berjanji untuk tidak mengurangi nilai konservasi tinggi tinggi atau hutan dan lahan yang kaya karbon, menghindari pembukaan lahan gambut, dan menegakkan hak-hak masyarakat adat dan komunitas lokal di kawasan di mana Cargill beroperasi.

• Kebijakan Nol Pembakaran untuk Mendukung Masyarakat Lokal: Pada 2019, Cargill terus memperkuat prosesnya untuk memantau, mendeteksi, dan menekan kebakaran di dalam dan sekitar konsesi perkebunannya di Sumatra Selatan dan Kalimantan Barat. Sebagai bagian dari langkah-langkah ini, Cargill: ▪ Mempublikasikan pembaruan online rutin pemantauan hotspot di dalam konsesi perkebunannya. Tindakan ini menegaskan kembali komitmen Cargill yang berkelanjutan untuk transparansi dengan para pemangku kepentingan dan memperkuat upaya untuk membantu masyarakat di sekitar konsesi untuk melindungi mereka dari kebakaran. ▪ Melatih dan mendidik anggota masyarakat dari 26 desa rawan kebakaran melalui lokakarya pendidikan untuk memperkuat keterampilan dan kemampuan mereka untuk mencegah kebakaran lahan sebagai bagian dari Program Desa Bebas Api Cargill. ▪ Meningkatkan kemampuan pemantauan kebakaran dengan menggunakan teknologi penginderaan panas canggih di perkebunan Mukut yang berlokasi di Banyuasin, Sumatera Selatan untuk mendeteksi titik api dan asap dalam radius lima kilometer, dengan total area seluas 9.000 hektar. Ini telah meningkatkan langkah-langkah deteksi hotspot Cargill yang ada. • Pencapaian Petani Plasma: Pada Oktober 2019, 3.019 petani kecil di perkebunan kelapa sawit PT Poliplant Sejahtera (PSA) Cargill menerima Rp 500 juta sebagai premi untuk penjualan produk bersertifikat Roundtable for Sustainable Palm Oil- (RSPO). Kelompok petani kecil ini terdiri dari anggota dari delapan koperasi desa (KUD) yang bermitra dengan Cargill dan mengelola 6.231 hektar tanah milik masyarakat di area perkebunan Cargill. • Sertifikasi RSPO: Per Desember 2019, total 3.408 petani plasma di perkebunan kelapa sawit PT Poliplant Sejahtera (PSA) di Ketapang, Kalimantan Barat menerima sertifikasi dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Hingga saat ini, Cargill telah membantu lebih dari 16.889 dari hampir 22.000 petani plasma mereka di Sumatra Selatan dan Kalimantan Barat untuk mendapatkan sertifikasi RSPO. • Proyek konservasi hutan: Pada Desember 2019, Cargill telah menegaskan kembali komitmennya terhadap kelestarian dengan menjanjikan Rp49 miliar (US $ 3,5 juta) untuk proyek konservasi hutan di Nanga Lauk, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat selama 25 tahun ke depan. Ditargetkan untuk mendukung populasi sekitar 700 penduduk di 197 rumah tangga, proyek ini memungkinkan anggota masyarakat untuk melindungi dan mengelola hutan sambil memperoleh penghasilan dari penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan. (ril)

Related posts

Leave a Comment