You are here
PT BAS Dilapor ke SPSI Sumsel DAERAH HEADLINE 

PT BAS Dilapor ke SPSI Sumsel

Muslim 11

PALEMBANG, MS – Kasus PT Berkat Alam Sukses (BAS) yang diduga tidak ada BPJS, K3 (Kesehatan, Keselamatan, Kerja), gaji dibawah Upah Minimum Provinsi (UMP), dan pekerja karyawan/buruh baru harus menitipkan ijazah kembali memanas. Pasalnya, empat karyawan PT BAS diberhentikan secara sepihak oleh pihak managemen.

Keempat orang itu yakni Kepala gudang Johan, Erma, Vera, dan Diana sebagai Kerani. Akibat hal itu, keempat karyawan itu, Selasa (14/1/2020) melaporkan PT BAS ke Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Sumatera Selatan (Sumsel) 1973 Jalan Veteran No 7085 Palembang. Pengaduan itu langsung diterima Ketua Drs H Chaidir Tanjung, Bendahara Bilhuda dan Suhartini Kepala Sekretariat.

Kepala SPSI Sumsel Chaidir Tanjung mengatakan akan menindaklanjuti permasalahan itu. “Laporan keempat orang pegawai PT BAS sudah kita terima. Ya, kalau ada laporan kasus perusahaan seperti ini harus cepat kita tanggapi,” ungkap Chaidir.

Sementara Erma meminta hak keadilan karena sudah dirugikan pihak perusahaan. “Gaji kami bulan Desember 2019 sampai sekarang belum dibayar. Status pekerjaan non aktif. Kami diberhentikan secara sepihak tanpa ada surat resmi,” tegas Erma yang telah kerja selama 11 tahun di PT BAS.

Senada Vera mengakui PT BAS tidak ada BPJS dan gaji dibawah UMR. “Aku lah kerja 8 tahun. Tapi gaji masih kecil saja,” keluh Vera didampingi Diana yang mengaku sudah 2 tahun kerja di PT BAS.

Diakuinya, dirinya tidak boleh masuk kerja lagi saat akan melakukan absen bekerja seperti biasa. “Kami dihalangi sekuriti pos penjaga. Mbak bertiga nggak boleh kerja lagi disini, sudah non aktif dan dirumahkan,” ujarnya sambil menirukan ucapan sekuriti pos penjaga.
Bahkan, diceritakannya, ada permasalahan di PT BAS dimana barang material jenis besi behel berbagai ukuran hilang dan sampai mengalami kerugian ratusan juta. “ST pemilik perusahaan PT BAS berang dan mengancam akan penjarakan Kepala gudang Johan dan ketiga Kerani,” ungkapnya.

Akibat hal itu, Jum’at (10/01/2020) pukul 13.30 WIB, keempat pegawai itu di jemput anggota polisi tanpa sprint (surat perintah) dan di bawa ke Polsek Sukarami Palembang. “Ya, kami dibawa ke kantor polisi dengan alasan untuk di minta keterangan, mau di BAP (Berkas Acara Perkara) sebagai keterangan saksi,” ungkapnya.

Namun, anehnya selesai ambil keterangan saksi keempat orang itu harus menginap di Polsek. “Kalian menginap disini (Polsek, red), kita mau dinginkan pihak perusahaan,” ujarnya sambil mengatakan yang menyuruh itu Jecki anggota Tim Riksa 2 anggota Polsek Sukarami Palembang.

Lebih lanjut, Jumat ( 10/01/2020) pukul 21.00 WIB Erma,Vera dan Diana di suruh pulang. Hanya Johan saja yang belum selesai diperiksa. “Jadi Johan harus menginap, Sabtu ( 11/01/2020) pukul 14.00 WIB Johan boleh pulang sudah selesai BAP,” pungkasnya.
Terpisah, ketika dikonfirmasi wartawan ke Kapolsek Sukarami melalui Kanit Polsek Sukarami Iptu Hermansyah mengatakan kasus tersebut masih proses penyelidikan. (Muslim/Tim)

Related posts

Leave a Comment