oleh

Puluhan Naskah dan Dokumen Kuno Milik Kesultanan Palembang Berhasil Di Preservasi Anri

PALEMBANG – Sebanyak 30 naskah dan dokumen kuno peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam di Preservasi oleh pihak Arsip Nasional RI (ANRI).

“ Ini kerjasama antara FSKN dengan ANRI, jadi pihak ANRI preservasi arsip dan manuskrip kuno peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam beberapa hari lalu di Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam,” kata

Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH M Kn di acara Pemaparan dan Evaluasi Pelaksanaan Preservasi Arsip Keraton Nusantara di Kesultanan Palembang Darussalam, Kamis (2/5) di Ruang Rapat Arsiparis Dinas Kearsipan Provinsi Sumsel.

Hadir Kepala Dinas Arsip Provinsi Sumsel Tarbiyah Yahya SPd. MM, Pangeran Suryo Kemas A.R. Panji, Leni Mastuti, S.Hum., M.Hum (Staf pegawai Kesultanan/Kerabat), R. Johan Rasyid, S.H. (Pangeran Nato) , Raden Zainal Abidin (Pangeran Puspo) , Drs. Masyhur, M.A., Ph.D (Dewan Pakar Islam dan Peradaban Melayu/Kerabat KPD), Drs. Heri Mastari (Pangeran Yudo) , Mgs. M. Jufri (Kerabat KPD) , Muh. Setiawan, M.H. (Kerabat KPD) , Staf dan Pegawai Arsip Provinsi Sumsel 14 Orang dan 5 orang Tim ANRI Jakarta.

SMB IV menghimbau kepada masyarakat yang memiliki naskah atau dokumen kuno perlu diajari atau diberikan pelatihan Reservasi oleh ANRI dan LKD (Lembaga Kearsipan Daerah) Provinsi Sumsel supaya naskah dan dokumen itu aman.

“ Kita juga menggandeng Badan Arsip Provinsi,” katanya.

Sedangkan Susanto dari ANRI menjelaskan selain Kesultanan Palembang Darussalam di Sumsel masih banyak masyarakat yang menyimpan arsip bersejarah , arsip warisan budaya yang terkait kesejarahan kota Palembang dan Sumsel yang kalau tidak segera lindungi maka akan semakin rusak.

“ Kami juga siap berkolaborasi bersama LKD provinsi dan LKD kabupaten kota di Sumsel,” katanya.

Kepala Dinas Arsip Provinsi Sumsel Tarbiyah Yahya SP.d. MM, mengaku siap berkolaborasi dengan ANRI dan semua pihak dalam usaha penyelamatan arsip.

“ Kerjasama kita jangan sampai di sini, kita terus menerus tanpa adanya bapak-bapak ini dan ibu-ibu, tidak ada artinya Dinas Arsip Sumsel, jadi kita komunikasi yang baiklah,” katanya.

News Feed