oleh

Rutin Tera, Kendali Mutu dan Takaran

LUBUKLINGGAU, MS – Konsumen yang mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU), seringkali mengira kualitas dan kuantitas sudah sesuai atau tidak.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) HM Hidayat Zaini mengatakan guna kendali mutu, pada mobil tangki BBM dan nozle pengisian SPBU dirutinkan tera ulang, baik kapasitas tangki dan liternya.

“Kendati tidak ada temuan masalah kualitas, namun untuk volume harus jadi pelayanan baik. Salah satunya yang dilakukan SPBU Marga Mulya, tahun ini mereka melakukan tera, juga terhadap SPBU lainnya yang juga melakukan tera, namun tidak bersamaan karena masa uji mereka beda waktu,” ujarnya, dimana Tim Metrologi yang melakukan pengawasan tersebut.

Menurutnya, tera ulang ini untuk menjamin takaran jumlah BBM yang dijual. Caranya, dari nosel tersebut dikeluarkan BBM sebanyak 20 liter atau 20.000 mililiter lalu dituangkan ke dalam bejana ukur 20 liter.

Toleransinya adalah ┬▒ 60 mililiter. Artinya, dari setiap 20.000 ml BBM yang dikeluarkan melalui nosel, maka toleransi minus adalah 60 ml, yakni 19.940 ml yang diterima, tidak boleh kurang atau maksimal 60 ml kelebihannya.

Bila terjadi keluhan mengenai takaran dan mutu BBM yang dibeli di SPBU, bisa melakukan pelaporan ke dinas juga terhadap Pertamina selaku penyuplai BBM.

“Pengujian ini untuk mengetahui bila ada minyak yang kotor atau tercampur air atau kandungan BBM yang kurang bagus,” tambahnya. (dhiae)

News Feed