You are here
Saiful : Kejaksaan Harus Lakukan Penahanan DAERAH HEADLINE 

Saiful : Kejaksaan Harus Lakukan Penahanan

OKU, MS – Pengajuan banding terdakwa Milyati (58) alias Milhanawati warga Raksajiwa kecamatan Semidang Aji Kabupaten OKU diterima oleh pengadilan tinggi Palembang dengan perkara no : 202/Pid/2020/PT.PLG.

Terdakwa Milyati pada tanggal 28 September 2020 telah di vonis 2 bulan kurung penjara di kurangi masa tahanan oleh Pengadilan Negeri Baturaja dengan dakwaan tindak pidana pasal 335 ayat (1) dan undang-undang darurat no 12 tahun 1951 dengan perkara No: 410/Pid.B/2020/PN.Bta.

Dalam rapat permusyawaratan Majelis hakim Pengadilan Tinggi Palembang pada hari Selasa 10 November 2020 oleh Teguh Herianto SH.M.Hum selaku Hakim ketua R.Sabarrudin Ilyas SH.MH dan Barmen Sinurat SH.MH masing-masing selaku hakim anggota.

Putusan tersebut diucapkan dalam sidang yang terbuka untuk umum pada hari Jumat 13 November 2020 oleh Hakim ketua tersebut didampingi Hakim-hakim anggota dibantu oleh NurLaili Hamid SH.MH Panitera pengganti pada pengadilan tinggi tersebut tanpa dihadiri terdakwa dan korban.

Pada tanggal 13 November 2020 Pengadilan tinggi Palembang no : 202/PID/2020/PT.PLG dengan amar putusan berbunyi sebagai berikut
1.Menerima permintaan banding terdakwa dan penuntut umum
2.Menguatkan Putusan pengadilan negeri Baturaja no : 410/Pid.B/2020/PN.Bta tanggal 28 September 2020 yang di minta banding tersebut
3.Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah di jatuhkan terdakwa dikurangkan
4.Menetapkan agar terdakwa tetap di tahan
5.Membebankan kepada terdakwa membayar biaya perkara sejumlah Rp 2.000,00

Tetapi ironis nya dari putusan pengadilan tinggi Palembang yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap/Inkracht dari tanggal 13 November 2020 sampai sekarang tanggal 02 Desember 2020 kejaksaan negeri Baturaja tidak ada eksekusi penahan terpidana Milyati.

Saat dibincangi wartawan Metro Sumatra Saiful Mizan selaku penasehat hukum dari korban Rosidah akan berusaha menyampaikan secara tertulis kepada Kejari Baturaja untuk segera diambil tindakan penahanan terpidana dirumah tahanan Negara. “Ya, bukan tahanan rumah sehingga terpidana bisa mendapatkan efek Jerah karena ini Hukum Pidana dan putusan nya sudah inkrahcht,” tegasnya.

Saiful menambahkan dengan adanya penahanan terpidana semoga korban tidak dicekam rasa ketakutan amat besar dan bisa pulih dari trauma sesuai korban pernah konsultasi kepada dokter psikolog di rumah sakit umum OKU Timur. (andre)