You are here
Satnarkoba Gagalkan Penjualan Sabu Asal Aceh Senilai Rp 1,5 M HEADLINE KRIMINAL 

Satnarkoba Gagalkan Penjualan Sabu Asal Aceh Senilai Rp 1,5 M

LUBUKLINGGAU, MS – Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Lubuklinggau menggagalkan peredaran/penjualan narkotika jenis sabu seberat 700 gram senilai lebih kurang Rp 1, 5 miliar di Kota Lubuklinggau yang berasal dari Provinsi Aceh, Selasa (9/5/2017) lalu dari lima orang tersangka yakni Apek, JH, MU,G dan R.‎

Sabu seberat 7 ons ini gagal beredar setelah Satnarkoba Polres Lubuklinggau mendapat informasi A1 adanya sabu seberat 1 kilo gram masuk ke wilayah Lubuklinggau dibawa dari Aceh kemudian diserahkan kepada tersangka MA alias Apek di Wisma Pratama di Jalan Yos Sudarso,Kelurahan Taba Jemekeh,Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Kasat Narkoba, AKP Ahmad Fauzi dalam press release, Jumat (12/5/2017) menerangkan bahwa setelah berhasil menciduk Apek di wisma pratama,kemudian melakukan interogasi jaringan pengedar Sabu di Lubuklinggau.

Dari hasil interogasi terhadap tersangka Apek, bahwa sabu-sabu seberat 1 Kg diserahkan oleh  Wandi warga Aceh yang setelah itu langsung kembali ke Aceh. Tersangka Apek sendiri memesan sabu tersebut kepada tersangka MU yang masih menunggunya di Wisma Rustam di Jalan Watervang.

“Kemudian kita menangkap tersangka MU di wisma Rustam, nah setelah keduanya kita interogasi ternyata sabu tersebut disimpan di rumah pacarnya di wilayah Majapahit, setelah kita geledah benar kita temukan sabu seberat 700 gram beserta plastik klip,” ungkap Fauzi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka, sabu seberat 300 gram telah diedarkan, rincianya 200 gram diserahkan kepada seseorang atas perintah H salah satu Napi di Lapas Narkotika asa aceh, dan 100 gram diedarkan di wilayah Lubuklinggau.

Sementara , Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga didampingi Wakapolres, Kompol Andi Kumara menerangkan selain menggagalkan peredaran sabu seberat 1 KG di wilayah Lubuklinggau asal Aceh tersebut, pihaknya juga menggagalkan peredaran ganja kering lebih kurang seberat 135 gram dari tersangka ZA dan MI.

“Kita berhasil mengungkap ‎ kasus narkoba jenis sabu dari sindikat antar Provinsi asal Aceh dan pengedar ganja di Kota Lubuklingau, ‎barang bukti ganja seberat 10,9 gram dan 45,51 gram, dan tanaman ganja seberat 79 gram,untuk saat ini kita  masih melakukan  pengembangan, untuk ganja diduga bukan dari aceh, ” ungkapnya.

Dalam pengungkapan kasus sindikat pengedar narkoba antar provinsi ini Satnarkoba mengamankan barang bukti, sabu dengan berat total 700 gram (7 ons), kemudian dua lembar ATM, lima lembar bukti transfer diduga untuk transaksi sabu yang ditransfer kepada NJ dan AS dan RB. (Dhiae)

Related posts

Leave a Comment