oleh

Semakin Langka, Meminta Pertamina Menambah Pasokan Gas Melon

PALI, MS – Semakin langka pemasokkan Gas Elpiji Ukuran 3 Kilogram, membuat khawatir masyarakat, sebab gas ini merupakan gas subsidi atau gas rakyat, hal ini terjadi di Bumi Serepat Serasan, dan harganya pun meroket.

Menurut Indra (30) warga Talang Ubi,mengeluhkan adanya kenaikan harga Gas Elpiji ukuran 3 kilogram, harganya pun tidak standar mencapai Rp 38 ribu / pertabung, keadaan ini sangatlah memberatkan masyarakat, dimana harga karet menurun. Minggu (3/9)

“Dengan adanya kelangkaan gas ini, dan lonjakkan harganya, terpaksa masyarakat beralih menggunakan kayu bakar sebagai kebutuhan sehari-hari, disini meminta dinas terkait, agar bisa mengambil sikap, untuk menyurati kepada PT Pertamina, guna menambah kuota pasokan Gas tersebut, ” ucapnya.

Hal senanda Diungkapkan Burhan Warga Sinar Dewa, minimnya pasokan gas melon ini diakui Burhan,pemilik pangkalan gas LPG yang ada di Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi,bahwa pangkalan LPG miliknya saat ini kewalahan atas kurangnya pasokan gas tabung warna hijau itu.

“Pangkalan kami melayani 6 desa, sementara kami hanya dikasih jatah oleh agen 420 tabung dalam satu minggu.Jadi sangat jauh kurangnya untuk memenuhi kebutuhan warga di 6 desa.Walau terbatas,namun kami masih jual gas kepada pengecer dengan harga yang dianjurkan pihak agen yakni Rp 17.500/tabung,kalau ada yang menyebutkan harganya sampai Rp 38.000/tabung, yang melakukan itu adalah pengecer,” tuturnya.

Irawan Plt kepala dinas perdagangan dan perindustrian (Disdagprin) Kabupaten PALI menyebutkan bahwa pihaknya tidak temukan adanya penimbunan setelah pihaknya melakukan tinjauan dilapangan.

“Langkanya gas melon dikarenakan telatnya pasokan LPG dari pihak agen, dan mengaku telah menghubungi salahsatu pihak agen LPG yang ada di kota Pendopo untuk segera mengirim LPG ke desa tersebut, ” tegasnya.

Lanjutnya  kami hubungi pihak agen,namun mereka (agen,red) enggan mengirim gas melon kepada pangkalan LPG kalau tidak sesuai kuota,sebab masing-masing pangkalan sudah ada jatahnya.Untuk mengatasi ini,kami sarankan kepada pemerintah desa untuk mengirim surat usulan penambahan kuota kepada Pertamina ditembuskan ke kami,agar Pertamina bisa menambah pasokan gas melon ke wilayah yang kekurangan gas tersebut. (Yeng)

News Feed