oleh

Silampari Smart City, Wujud Lubuklinggau Kota Cerdas

*Si Nanan Permudah Layanan Kepegawaian

LUBUKLINGGAU, MS – Perlahan namun pasti Kota Lubuklinggau menyiapkan dirinya sebagai kota cerdas. Hal ini dibuktikan dengan sistem layanan berbasis digital Silampari Smart City (SSC) yang mulai beroperasi.

Tak hanya didukung oleh para aparatur yang mumpuni, terpenting dalam layanan digital dengan beroperasinya gedung Command Center.

Ada beberapa sistem aplikasi layanan yang tergabung dalam SSC, mulai dari Siduda, Sipinter dan yang terbaru Sistem Informasi Pelayanan Kepegawaian (Si Nanan).

“Siapapun bisa lihat wajah Lubuklinggau melalui aplikasi ynag ada di play store,” tegas Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe.

Aplikasi Si Nanan diperuntukkan bagi kalangan ASN, sistem ini memudahkan seluruh layanan kepegawaian di Lubuklinggau. Tak hanya bagi pegawai, kemudahan juga bisa dirasakan kepala daerah dalam rangka melakukan monitoring pegawai dan data-data kepegawaian.

Selama ini, kepala daerah selaku pimpinan sulit melakukan monitoring ribuan pegawai dan data kepegawaian yang ada.

“Hampir 4.000 pegawai di Lubuklinggau. Tak mungkin kepala daerah bisa mengetahui persis satu per satu pegawai itu. Makanya dipermudah melalui sistem Si Nanan ini. Sebagai contoh, selama ini ada pegawai yang masih menjadi staf selama 5 -10 tahun. Ada pegawai yang menjadi kasi dan kabid bertahun-tahun. Macam-macam yang terjadi pada level bawah,” ucap wako.

Dengan aplikasi Si Nanan, ia selaku kepala daerah sekaligus pimpinan akan lebih mudah melihat data-data pegawai. Baik biodata, kompetensi, data penilaian seperti hasil job fit dan setiap data yang ada pada ASN.

“Demikian pula bagi pegawai, proses naik pangkat dan gaji berkala menjadi lebih mudah, sistemnya lebih terbuka. Jadi aplikasi Si Nanan ini memudahkan pelayanan kepegawaian, baik mempermudah saya selaku pimpinan maupun bagi pegawai itu sendiri,” terang dia.

Sementara Kepala BKPSDM Lubuklinggau, Yulita Anggrani menjelaskan aplikasi Si Nanan ditujukan untuk memudahkan semua urusan kepegawaian bagi ASN.

Demikian pula pimpinan, dapat lebih mudah melakukan monitoring dan evaluasi pegawai. Selain itu lanjut dia, penerapan aplikasi Si Nanan sekaligus sebagai upaya untuk mewujudkan pemerintahan yang baik, bersih dan bebas pungli.

Aplikasi Si Nanan sendiri merupakan upgrading sistem kepegawaian yang pernah dimiliki BKPSDM Lubuklinggau.

Dimana sebelumnya, BKPSDM memiliki data kepegawaian yang disimpan melalui aplikasi Simpeg namun hanya mengakses data-data pegawai. Pada 2019, Simpeg dikembangkan menjadi SIM ASN dengan berintegrasi terhadap pelayanan yang ada di kepegawaian.

“Jadi mulai 2019, sebagian urusan kepegawaian sudah online. ASN tak perlu lagi datang ke Kantor BKPSDM untuk mengurus kenaikan pangkat, gaji berkala dan sebagainya. Tetapi baru sebagian layanan kepegawaian. Makanya pada 2021, kami berkomitmen bahwa seluruh urusan dan layanan kepegawaian sudah berbasis online. Tujuannya tadi, memudahkan ASN sekaligus mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas pungli,” terangnya.

Selama ini SIM ASN hanya bisa diakses pegawai. Mulai tahun ini, Walikota Lubuklinggau meminta agar beliau juga bisa mengakses data-data pegawai. Tetapi dalam SIM ASN itu juga harus memuat data kompetensi pegawai, nilai SKP, nilai kinerja serta nilai asesmen.

Makanya pertengahan 2021, BKPSDM Lubuklinggau sepakat melakukan upgrading dan rebranding SIM ASN.

“Awalnya SIM ASN itu hanya sistem manajemen ASN, kami ganti menjadi sistem informasi dan pelayanan kepegawaian Lubuklinggau. Makanya setelah di-rebranding, bisa dikasih singkatan Si Nanan, singkatan sistem informasi pelayanan kepegawaian. Si Nanan tidak hanya berisi data-data kepegawaian reguler saja tapi memuat pula data-data yang bersifat kompetensi dan kemampuan si pegawai,” sebut mahasiswi Program Doktoral Hukum Unsri ini.

Tak hanya itu, Si Nanan juga menyajikan tiga fitur dashboard pimpinan yakni dashbord milik walikota, wawako dan sekda. Setiap fitur itu, bisa membuka semua data yang dimiliki pegawai melalui akun masing-masing pimpinan.

“Jadi tiga unsur pimpinan daerah bisa mengakses hampir 4.000 pegawai. Berbeda dengan akun pegawai, hanya bisa membuka data mereka pribadi dan tidak bisa membuka data keseluruhan pegawai,” ujarnya.

Meski begitu, aplikasi Si Nanan yang masih baru tentu memiliki kelemahan. Ada beberapa struktur sistem yang harus dirubah.

Namun dalam hal ini, pihaknya berterima kasih kepada jajaran Diskominfo Lubuklinggau yang ikut berpartisipasi membangun jaringan Si Nanan.

“Kami harus menyajikan sistem yang terintegrasi dengan Silampari Smart City (SSC), sejauh ini belum ada kendala sistem. Tetapi berapa hari lalu Server SIM ASN sempat down, jadi ada beberapa data pegawai yang hilang. Tapi kami konfirmasi langsung kepada ASN yang bersangkutan untuk diperbaiki,” ungkap dia.

Untuk itu BKPSDM terus melakukan sosialisasi sebagai langkah mengurangi kesulitan dalam penerapan di lapangan.

Saat ini, pihaknya telah membuat video tutorial yang disebarkan melalui layanan kepegawaian di website BKPSDM Lubuklinggau.

Penyebaran konten video dimaksud juga meminta bantuan Diskominfo dan Subbag Kepegawaian Lubuklinggau.

“Karena fitur baru, pegawai belum familier dan mengalami kendala untuk membukanya. Tetapi 75 persen fiturnya, mirip dengan sistem yang lama. Pegawai bisa membuka dan merubah data yang belum sesuai untuk diperbaiki dan diupload ulang. Misalnya untuk naik pangkat, kalau dulu bawa berkas banyak-banyak. Namun sekarang, cukup surat pengantar, sisanya kami ambil dari akun ASN yang bersangkutan. Sebab kami bisa mengakses data pegawai termasuk data mengenai waktu kenaikan pangkat dan gaji berkala. Kecuali data kompetensi, bersifat rahasia dan hanya bisa diakses tiga pimpinan tadi,” jelas Ninik. (Dhia)

News Feed