You are here
Tagih Uang Keamanan, Preman Harus Berkarcis DAERAH HEADLINE 

Tagih Uang Keamanan, Preman Harus Berkarcis

LUBUKLINGGAU, MS – Pamswakarsa atau lebih dikenal dengan preman pasar selama ini diberikan kewenangan memungut uang keamanan kepada para pedagang salah satunya di Pasar Inpres.

Uang keamanan ini dipungut setiap hari dari pedagang di pasar kisarannya pun antara Rp 1000-2000/pedagang, disamping itu pedagang juga ditagih retisbusi pasar dan iuran kebersihan dari pemerintah.

Pemerintah Kota Lubuklinggau meminta agar pungutan uang keamanan harus menggunakan karcis, baik iuran kebersihan, retribusi pasar maupun uang keamanan.

“Uang keamanan itu biasanya kesepakatan antara pedagang dengan pihak keamanan pamswakarsa, nah itu sudah lebih dari cukup untuk dasar adanya pungutan,”tegas Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe yang akrab dipanggil Nanan, saat meninjau kondisi jalan di pasar inpres, Senin (30/1/2017).

Dikatakan Nanan sapaan H SN Prana Putra Sohe uang keamanan yang dipungut dari pedagang kedepannya harusnya menggunakan karcis,agar tidak terjadi pungutan liar.

“Seluruhnya harus pakai karcis, baik itu iuran pemerintah,uang keamanan juga harusnya Berkarcis, jadi jelas pungutannya,” tegas Nanan.

Nanan menghimbau agar tidak ada unsur Pungli di Pasar yang ada di Kota Lubuklinggau, jika ada Pungli maka para pelaku tidak akan berhadapan dengan pemerintah melainkan tim Saber Pungli dan akan ditindak secara hukum.

“Saya sudah menginstruksikan kepada Disperindagsar untuk memberikan himbauan tertulis dan lisan mengenai pungutan-pungutan di pasar, jangan sampai ada Pungli nanti akan berhadapan dengan tim Saber pungli,” kata Nanan.

Sementara itu, Kepala Disperindagsar Lubuklinggau, H M Hidayat Zaini membenarkan adanya instruksi tersebut dan telah dilaksanakan oleh tim Disperindagsar.

“Kita sudah himbau kesemua petugas kita, dan Pamswakarsa untuk mentaati apa yang dinstruksikan walikota, salah satunya tidak melakukan Pungli,” tegasnya.

Disamping itu, pihaknya juga telah menginstruksikan Pamswakarsa untuk meminta pedagang pindah dengan sendirinya saat dilakukan perbaikan jalan di terminal kalimantan atau pasar Kuliner. “Nanti koordinator masing-masing yang mengajak mereka pindah untuk penertiban,” pungkasnya. (Dhiae)

Related posts

Leave a Comment