oleh

Tambah Wawasan Menulis Berita, PWI Muba Gelar Pelatihan

MUSI BANYUASIN, MS – Demi menambah wawasan menulis dan etika jurnalistik, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali menggelar pelatihan. Bahkan, kegiatan ini telah memasuki sesi ke empat kalinya.

Kegiatan yang diselenggarakan di Sekretariat PWI Muba Jalan Kolonel Wahid Udin No 258, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasi ini ini diikuti anggota dan calon anggota PWI Muba khususnya dalam menjalankan tugas di lapangan.

Sementara itu salah satu narasumber dalam giat ini, Indra Jaya yang berasal dari surat kabar umum Harian Banyuasin, sekaligus Sekretaris PWI Musi Banyuasin mengatakan dalam materinya kali ini agar wartawan untuk menghindari plagiat, baik dari isi berita ataupun foto berita. “Karena Plagiat foto tersebut, wartawan dan perusahaan media tersebut bisa di kenakan sanksi hukum dan berbuntut denda,” ungkapnya.

Indra menginginkan agar wartawan lebih memiliki kualitas dalam menulis sebuah pemberitaan. Sekaligus mencari ide-ide cemerlang dalam mengangkat tema ataupun topik pemberitaan. “Ya, jangan menulis berita itu monoton saja. Harus bervariasi dan berevolusi,” pintanya.

Ditempat yang sama narasumber kedua, Apriadi. S.Sos, M.si. salah satu penasehat PWI Musi Banyuasin yang juga Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Muba mengatakan wartawan adalah profesi yang sangat mulia. “Kita ini garda terdepan dalam memberikan Informasi yang akurat (no hoax) kepada publik dan personsnya haruslah orang- orang yang smart,” ungkapnya.

Apriadi menjelaskan, wartawan harus mempunyai kemampuan komunikasi, kemampuan menulis berita, kemampuan videografi, kemampuan fotografi, dan kemampuan fisik.

“Wartawan juga harus mempunyai menejemen waktu yang baik, berwawasan luas, fleksibel mampu beradaptasi, rasa ingin tahu yang besar dan update info terkini, sepuluh skill ini wajib melekat di tubuh wartawan,” tandasnya.

Siti Fatimah salah satu peserta dalam kegiatan ini sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Dimana, kegiatan itu dapat mengasah keterampilan dalam penulisan berita serta memahami kode etik jurnalis agar pemberitaan kedepan tetap berimbang dan selalu mengedepankan etika peliputan.

“Saya sangat setuju dengan kegiatan ini, dan berharap kegiatan ini akan terus di gelar tiap pekannya,” harapnya.

Sementara itu ketua PWI Muba Herlin Koisasi SH mengatakan, kegiatan pelatihan penulisan berita dan pemahaman Kode Etik Jurnalistik (KEJ) ini akan terus rutin dilakukan, karena manfaat dan faedahnya sangat besar bagi wartawan itu sendiri dalam melaksanakan tugas kesehariannya. “Wartawan di era digitalisasi sekarang harus cepat menyampaikan pemberitaan. Tapi jangan lupa dalam menulis berita terapkan KEJ nya,” pungkasnya. (rl)

News Feed