You are here
Tega… Ibu Hamil 9 Bulan Dihabisi Komplotan Begal HEADLINE KRIMINAL 

Tega… Ibu Hamil 9 Bulan Dihabisi Komplotan Begal

MUSIRAWAS, MS – Tega benar yang dilakukan komplotan begal. Kali ini, aksi itu dialami pasangan suami istri (Pasutri) Yanto (40) dan Ernawati (35) warga Desa Lubuk Pandan, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas.

Aksi pembegalan itu terjadi Sabtu (18 /2/2017 ) sekitar pukul 16.00 WIB, tepatnya di jalan Setapak Lubuk Perimbun, Desa Lubuk Pandan, Kecamatan Muara Lakitan, Musi Rawas.

Para pelaku berhasil menggasak uang sebesar Rp 5 juta. Bukan itu saja, para pelaku juga nekat menembak Ernawati yang tengah hamil sembilan bulan tepat di kepalanya sehingga meregang nyawa di tempat.

Berdasarkan informasi dihimpun saat itu, Yanto dan Ernawati baru pulang dari Kota Lubuk Linggau hendak menuju rumahnya di desa Lubuk Pandan, setibanya di jalan Poros Lubuk Perimbun kedua pasutri malang ini dihadang oleh tiga orang tidak dikenal (OTD) menggunakan penutup wajah (sebo) dengan cara melintangkan motor di tengah jalan.

Usai memberhentikan motor Yanto dan Ernawati, salah satu pelaku langsung menodongkan senjata api sembari menanyakan siapa apakah anda yang bernama Yanto. Setelah mengetahui jika yang melintas itu adalah Yanto para pelaku langsung meminta uang yang dibawanya.

Namun Yanto sempat melakukan perlawanan dengan berkelahi dengan salah satu pelaku. ‎Melihat temannya bergumul dengan Yanto, salah satu pelaku langsung menembakan senjata api rakitan (Senpira) ke arah kepala Ernawati dua kali sehingga membuatnya tersungkur ke tanah.

Melihat Ernawati tersungkur para pelaku langsung mengambil uang sebesar Rp 5 juta dari tangan Ernawati, kemudian ketiga pelaku langsung melarikan diri. Pasca kejadian Ernawati langsung dibawa ke puskesmas Muara Lakitan untuk mendapat pertolongan, namun sayang nyawanya tak bisa terselamatkan.

Sementara Awan, keluarga korban mengatakan informasi yang diterimanya bahwa kejadian berlangsung cepat. Saat itu Yanto dan Ernawati dicegat tiga orang tidak dikenal yang diduga perampok. “Mereka memang bawa uang Rp 8 juta, yang bawa istrinya. Tapi yang berhasil diambil perampok itu hanya Rp 5 juta, sedangkan Rp 3juta lainya masih ada,” ungkapnya.

Menurut dia, suami korban sempat melakukan perlawanan. Namun kalah jumlah, sehingga Yanto sempat ingin kabur. Namun rupanya para perampok langsung menembak istri Yanto itu, “Yanto bajunya saja yang robek akibat kena bacok. Bacokan itu mengarah ke punggung dan ditangan. Terus dia coba lari, mungkin kalah jumlah,” tuturnya.

Kapolres Musi Rawas (Mura) AKBP Hari Brata melalui Kapolsek Muara Lakitan AKP Nasharudin saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut, mendapat laporan adanya pristiwa itu pihaknya langsung melakukan olah TKP.

“Selain melakukan olah TKP kita juga sudah melakukan pemanggilan saksi-saksi yang mengetahui peristiwa pembegalan itu, bahkan personel Polsek Muara Lakitan dengan dibantu beberapa warga sempat melakukan penyisiran guna mencari para pelaku,” ungkapnya.

Sementara korban pasca kejadian langsung dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan perawatan dan proses visum, namun karena sudah meninggal langsung di serahkan ke pihak keluarga guna proses pemakaman.

“Masalah motif dan dugaan kita tidak mau berspekulasi, apakah benar di rampok atau ada motif lainnya. Yang jelas sekarang kita sedang melakukan penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (Dhiae)

Related posts

Leave a Comment