You are here
Tekan Angka Kekerasaan KDRT, DPPKBPPPA Gelar Sosialisasi DAERAH 

Tekan Angka Kekerasaan KDRT, DPPKBPPPA Gelar Sosialisasi

PALI, MS Untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, Khususnya dalam rumah tangga,
Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA), kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), menggandeng Kementerian PPPA  Republik Indonesia (RI), Kamis (24/5/2018).

Dra Yenni Nopriani, kepala DPPKBPPPA kabupaten Pali, demi menjaga kenyaman dan keamanan dalam rumah tangga, serta menekan angka kekerasaan terhadap perempuan dan anak, disini bekerja sama kementrian PPA.

“Disini mendatangkan narasumber dari kementrian, dibidang penangganan KDRT, dengan adanya sosialisasi ini bisa menghindari kekerasaan dalam bentuk apapun, “ucapnya.

Pada tahun 2017 ada dua kasus yang dilayani. “Satu kasus KDRT dan satu kasus kekerasan seksual terhadap anak. Semua kasus kita tindaklanjuti, diantaranya dengan melakukan pendampingan terhadap korban dan memberikan layanan psikolog,” jelasnya.

Kabid Penanganan KDRT Kementerian PPPA RI, Nuranah S.Sos MM, mengatakan bahwa KDRT merupakan kejadian yang merusak sendi-sendi utama ketahanan keluarga dengan korban terbanyak adalah perempuan dan anak.

“Dampak KDRT selain mengancam keberlanjutan kehidupan rumah tangga juga berpengaruh negatif terhadap siklus kehidupan dan tumbuh kembang anak dalam rumah tangga tersebut,” ungkap Nuranah.

Dalam Pelayanan penanganan dan pencegahan kasus KDRT dapat menurunkan angka prevalensi korban KDRT. Pencegahan dan pengenalan potensi KDRT sejak dini perlu diarahkan menyeluruh dan fundamental.

Diungkapkan Penjabat Sekretaris Daerah Syahron Nazil SH, dengan adanya sosialisasi ini bisa menekan angka KDRT, serta terhindar dari kasus tersebut, dan bagaimana menciptakan keluarga yang bahagia.

“Untuk menjaga kenyamanan serta menciptakan keluarga, harus ada komunikasi antar sesama, serta hindarilah dari perang mulut keduanya, dan orang tua wajib mendidik anak-anaknya sejak dini, menanamkan nilai agama, serta mengedepankan dialog ketika menyelesaikan masalah, hal itulah yang mampu menangkal terjadinya KDRT,” tutupnya. (Yeng)

Related posts

Leave a Comment