You are here
Terkait Laporan Dugaan Ijazah Palsu, Kades Sugih Waras Perlihatkan Bukti dan Hadirkan Saksi DAERAH HEADLINE 

Terkait Laporan Dugaan Ijazah Palsu, Kades Sugih Waras Perlihatkan Bukti dan Hadirkan Saksi

LAHAT, MS – Terkait adanya tudingan tentang ijazah SD palsu yang dilaporkan oleh segelintir oknum yang mengatasnamakan masyarakat, Muhar Kepala Desa Sugih Waras, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat selaku pemilik ijazah yang dilaporkan tersebut melakukan klarifikasi dengan memperlihatkan bukti ijazah asli miliknya melalui Konferensi Pers di Balay Desa Sugih Waras, Senin (17/2/2020).

Dalam klarifikasi yang disaksikan Ketua BPD dan Sekretaris Camat (Sekcam) Gumay Talang tersebut, tampak juga hadir para Perangkat Desa, tokoh masyarakat serta pihak-pihak berkompeten lainnya seperti mantan wali kelas Enam bernama Nangudin dan teman seangkatannya atas nama Sukarni saat Muhar bersekolah hingga taman dan menerima ijazah di SD Negeri 14 Kota Lubuk Linggau. Ijazah tersebut bernomor 33182, nomor induk 792 tertanggal 13 Mei 1980 dan ditanda tangani oleh Kepala Sekolah, Siti Nurhayani.

“Ini ijazah saya yang asli. Jelas yang dilaporkan tersebut, merupakan ijazah hasil rekayasa dan scan. Kami juga membawa wali kelas yang mengajar di sekolah kami dulu dan juga teman saya waktu SD sebagai saksi. Tujuannya untuk membuktikan, bahwa benar saya taman sekolah SD,” papar Muhar sembari memperlihatkan ijazahnya yang asli.

Walaupun tudingan yang dialamatkan kepadanya itu sudah demikian menyakitkan baginya, namun Muhar mengaku tidak akan melakukan upaya hukum melalui laporan balik. Karena ia tidak ingin suasana desa semakin resah, hanya karena berita-berita seperti ini.

“Tidak, kita tidak akan menuntut balik, biarkan saja berjalan mengalir seperti biasa. Kalaupun laporan yang masuk ke kepolisian itu masih harus diproses, kita akan ikuti proses itu sesuai aturan yang ada”, jawab Muhar saat diwawancara awak media.

Sementara itu, wali kelas Muhar sewaktu sekolah di SD Negeri 14 Lubuk Linggau, Nangudin membenarkan bahwa Muhar adalah siswanya dan Muhar memang telah lulus SD saat ia menjadi wali kelasnya.

“Benar, kami wali muridnya Muhar dan Sukarni ini sewaktu dirinya duduk di kelas 6 SD. Dan kami siap menjadi saksi di persidangan, apabila kasus dugaan ijazah palsu ini masih tetap berlanjut,” katanya.

Lebih lanjut, teman sekelas Muhar, Sukarni menegaskan bahwa Muhar memang merupakan teman sekelasnya, bahkan teman sebangkunya saat dirinya bersekolah di SD Negeri 14 Lubuk Linggau.

“Iya, saudara Muhar adalah teman saya waktu sekolah SD hingga tamat, bahkan saat ujian sekolah bangku kami berdekatan. Sehingga mustahil dirinya berijazah palsu, karena memang dirinya sudah lulus SD,” terangnya.

Kesaksian lainnya, Delfi selaku pengurus Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Gunung Sari juga membenarkan jika Muhar telah mengikuti proses pendidikan sekolah Paket B (Setara SMP) pada tahun 2016 hingga selesai dan tamat pada tahun 2019.

“Memang benar Pak Muhar yang sekarang menjadi Kades Sugih Waras ini, telah dinyatakan lulus dan menerima ijazah Paket B atau setara SMP di PKBM Gunung Sari. Untuk kelulusan ini, karena Pak Muhar telah mengikuti proses belajar-mengajar dengan baik sesuai hasil ujiannya”, Delfi menceritakan.

Terkait masalah keabsahan berkas pendaftaran yang diajukan Pak Muhar, sebut Delfi, pihaknya meminta lampiran ijazah SD yang sudah dilegalisir oleh pihak Dinas Pendidikan Lubuk Linggau. Karena menurut dia, syarat untuk bisa diterima di sekolah itu memang harus menggunakan copy ijazah yang dilegalisir.

“Kalau tidak dilegalisir, maka kami juga tidak akan menerimanya sebagai peserta didik kami”, beber Delfi, juga sambil memperlihatkan ijazah asli Paket B atas nama dan milik Muhar.

Menanggapi konferensi pers tersebut, Ketua BPD Sugih Waras, Erlansyah mengaku lega atas langkah yang diambil oleh Muhar selaku Kepala Desa Sugih Waras. Kendati demikian, ia tidak bisa memastikan bahwa ijazah tersebut benar atau tidak. Karena yang dapat memastikan ijazah tersebut asli atau palsu, adalah pihak yang ahli di bidangnya.

“Yang jelas sekarang masyarakat sudah melihat dan mengetahui adannya ijazah tersebut, dan masyarakat dapat menilai sendiri agar tidak menimbulkan kekisruhan lagi. Kami cuma berharap, agar desa kami ini aman dan kondusif,” tuturnya. (red)

Related posts

Leave a Comment