You are here
Terkait Penyerobotan Lahan, DPRD Bengkulu Selatan akan Panggil Pihak PT BSL DAERAH HEADLINE 

Terkait Penyerobotan Lahan, DPRD Bengkulu Selatan akan Panggil Pihak PT BSL

Bang 2

BENGKULU SELATAN, MS – Perusahaan perkebunan Kelapa Sawit PT BSL (Bengkulu Sawit Lestari) yang berlokasi di Desa Lubuk Ladung, Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan dilaporkan warga atas dugaan penyerebotan lahan.
Setelah melaporkan persoalan ini ke aparat penegak hukum, puluhan warga yang merasa lahan nya di serobot tersebut lalu mendatangi kantor DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan, Kamis (22/01/2020).

Dalam hearing bersama DPRD yang di pimpin langsung Ketua Dewan BS Barli Halim, terungkap kalau PT BSL telah menyerobot/menguasai hak warga.
Menurut warga, saat mereka mempertanyakan status penguasaan lahan milik mereka ke pihak perusahaan kelapa sawit tersebut, dari PT BSL mengklaim kalau lahan milik warga itu sudah di beli. Pada hal warga yang merasa memiliki dan bahkan sudah mempunyai bukti kepemilikan berupa Sertifikat tanah dan SKT tidak pernah menjual lahan mereka ke pihak perusahaan.

“Ironisnya lahan milik puluhan warga ini sudah di beli PT BSL dari yang diduga makelar, padahal kami tidak pernah menjual. Bahkan beberapa lahan milik kami sudah ada yang di garap perusahaan,” jelas Repol yang menjadi ketua rombongan dalam hearing bersama Dewan BS.

Menerima laporan serta berdasarkan hasil hearing bersama warga yang merasa lahannya di caplok, ketua DPRD BS Barli Halim, segera akan menindaklanjuti dengan memanggil pihak perusahaan dan teknis terkait.

“Kalau memang benar apa yang di sampaikan warga itu, jelas penyerobotan lahan. Maka dari itu, berdasarkan hasil pertemuan bersama warga yang merasa lahan nya di serobot tersebut nantinya pihak perusahaan akan kita panggil untuk diminta kejelasannya,” tegas Barli.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bengkulu Selatan Holman SE, berharap persoalan ini secepat mungkin dapat diselesaikan. “Hal ini menyangkut hajat orang banyak. Kalau ada yang menjual tanpa sepengetahuan pemiliknya, nanti silakan saja aparat hukum yang menidaklanjuti,” tegas Holman.
Informasi di peroleh, bahwa PT BSL diduga telah mengangkangi izin yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan.

Berdasarkan versi masyarakat Kedurang Ilir, Pihak PT BSL telah menggarap lahan milik warga Desa Karang Caya Kecamatan Pino Raya. Padahal desa ini jelas – jelas tidak masuk dalam lokasi izin.

Yang ada dalam perizinan sesuai surat keputusan Bupati BS nomor 100/506 tahun 2017. Izin pengelolahan lahan yang diberikan yaitu, terletak di Kecamatan Pino 1034 hektar dan Kedurang Ilir 993 hektar.
Lokasi untuk di Kecamatan Pino yakni, di Desa Ganjuh, Kota Bumi dan Sebilo. Sementara di Kecamatan Kedurang yaitu di Desa Lubuk Ladung, Air Sulau, Limus, Penindaian, Padang Bindu, Nanjungan, Pagar Banyu, Sukarami dan Betungan. Tidak ada sama sekali tercatat lokasi Desa Karang Caya, Kecamatan Seginim. (bajul)

Related posts

Leave a Comment