oleh

Tim Dosen FISIP UBL Raih Pendanaan Prototipe Teknologi DRP2M Kemenristekdikti

BANDAR LAMPUNG, MS – Kiprah dosen Universitas Bandar Lampung (UBL) di tingkat nasional terlihat, dengan lolosnya proposal diseminasi pendanaan hibah prototipe teknologi untuk masyarakat tahun 2017 yang diajukan tim dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UBL ke Direktorat Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Masyarakat Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (DRP2M Kemenristekdikti). Tim itu tersebut terdiri Dr Budhi Waskito MSi, Drs Soewito MM, dan Dr Supriyanto MSi.

Ketua tim Budhi Waskito menegaskan proposal berjudul “Akselarasi Alih Teknologi Pengelolaan Sampah di Desa Tanjung Kesuma, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur” ini merupakan salah satu proposal yang berhasil  lolos di kompetisi ditingkat nasional.
Keberhasilan itu, ditandai keluarnya hasil seleksi proposal program Prototipe Teknologi untuk Masyarakat dan Surat Keputusan Direktur Jenderal (Dirjen) DRP2M Kemenristekdikti Nomor 36/E/KPT/2017 tentang Penerima Pendanaan Prototipe Teknologi untuk Masyarakat Tahun 2017, yang diupload di laman: http://ristekdikti.go.id dan http://risbang.ristekdikti.go.id.

“Alhamdulillah, kami satu-satunya tim pengusul penerima pendanaan dari FISIP UBL, bahkan antar akademisi perguruan tinggi swasta (PTS) se-Lampung. Bahkan, proposal kami salah satu, yang dinilai pusat dengan poin tinggi dari 115 proposal tim dosen antar perguruan tinggi se-Indonesia,” ucapnya.

Dijumpai di Kampus B, Pascasarjana Dra Hj Sri Hayati Barusman, Dr Budhi Waskito berharap keberhasilan ini akan dapat mendorong pembangunan Lampung secara cepat melalui riset teknologi berdaya guna di masyarakat. Terlebih, selama ini teknologi banyak yang tidak termanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Keberhasilan ini juga sebagai bentuk implementasi dari filosofi UBL sebagai ‘Solution For Present and Future.’

Proposal pendanaan tersebut mencoba mendekatkan hasil riset teknologi dengan kebutuhan masyarakat. Kepala Lembaga Sistem Penjaminan Mutu (LSPM) ini juga menegaskan, terpilihnya daerah itu karena ada kedekatan tim sejak awal tahun dengan para masyarakat sekitar, sebagai mitra dan user.

“Selama ini, banyak hasil riset hanya sekedar jadi bahan jurnal dan menjadi katalog di perpustakan sehingga kurang teraplikasikan dengan baik di masyarakat termasuk teknokogi pengelolaan sampah,” paparnya.

Dengan pencapaian tim dosen FISIP UBL ini, menandakan UBL hadir di tengah masyarakat. Termasuk, diaplikasikannya teknologi oleh setiap sivitas akademika. Diharapkan, setiap bukti eksistensinya dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. “ Tugas kami menjembatani penerapan hasil  riset dengan kebutuhan masyarakat termasuk di Lampung, khususnya,” imbuhnya.

Drs Soewito yang juga Koordinator Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UBL ini menambahkan, dengan hasil ini UBL memiliki potensi berprestasi ditingkat nasional. Apalagi didukung fasilitas lengkap, sumberdaya dosen melimpah, upaya mendatangkan ahli sesuai panduan penulisan proposal riset memenuhi syarat hingga komitmen Rektor hingga Ketua Yayasan Adminstrasi Lampung (YAL) yang luar biasa.

“Saya yakin, prestasi ini akan diikuti dosen lain, dengan semangat membangun potensi diri dengan memanfaatkan fasilitas, dukungan dan potensi yang ada. Harapannya, pengiriman proposal ini memudahkan mereka meningkatkan derajat akademik, ke level doktoral bahkan guru besar,” katanya.

Tak lupa, tim dosen Fisip UBL membawa pesan Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf. S. Barusman, MBA yang mengapresiasi keberhasilan tim tersebut. Bagi Rektor, dengan hasil ini menegaskan peran UBL sebagai universitas kelas dunia, dengan basis penyelesaian masalah dari tingkat masyarakat lokal kian terwujud.

“Kita harap prestasi ini diteruskan para dosen lain. Tidak usah minder, ikutin (terjun) dulu, kita harus mampu dengan membangun mentalitas di tingkat nasional bahkan tingkat dunia. Dengan berani berbuat, ada hasilnya. Toh, mereka (Tim dosen FISIP) membuktikannya (dengan prestasi),” tutupnya. (ril)

News Feed