oleh

Tingkat Kerumitan Tinggi, Hasilkan Batik Berkualitas

LUBUKLINGGAU, MS – Pasca tampil di Milan Fashion Weeks (MFW) pesona batik durian kian diminati masyarakat. Tak hanya dari segi harganya yang mampu merambah kesemua kalangan, motif batik durian yang beragampun jadi incaran penggemar.

Kendati dikerjakan sebagai pekerjaan sambilan lantaran hoby membuat pola (menggambar, red) batik, nyatanya menjadi enterpreneur batik durian jadi salah satu sumber penghasilan yang cukup menjanjikan.

“Untuk pengerajin sebagian dari pelajar SLB dan ada beberapa pelajar SMK,” tegas Endang Erwin Armeidi. (13/10)

Menyangkut bahan baku utama, Endang mengaku masih disuplai dari Pulau Jawa. Seperti kain, lilin batik, taplak. Kecuali untuk pewarna, para pengrajin memproduksi dari alam.

Misalnya ekstrak kulit jengkol, digunakan untuk memberi warna coklat tua. Adapula ekstraksi berbagai macam buah dan daun untuk mendapat warna lain seperti buah pinang dan daun mangga.

Untuk menghasilkan 1 liter air ekstraksi dibutuhkan 1 kg daun.

“Butuh keuletan dan kesabaran dari pengerajin agar batik yang dihasilkan benar-benar berkwalitas,” tegasnya.

Tingkat kerumitan dan proses panjang dalam membatik inilah tak jarang menjadi salah satu alasan pengrajin memilih mundur.

“Namun kami tak menyerah dengan terus memberikan motivasi dan edukasi kepada pengrajin. Apalagi bu wali telah mematenkan Batik Durian. Siapapun bisa membuat dan menjual batik durian tanpa mengeluarkan royalti,” terang dia.

Untuk memastikan batik buatan pengerajinnya berkwalitas tinggi, Endang tak ragu untuk turun tangan langsung mulai dari proses membuat pola hingga proses finishing.

Sebelum mencetak ceplakan, motif dilukis terlebih dulu diatas kertas. Kemudian diteruskan pengrajin yang didominasi pemula.

“Biasanya habis subuh saya membuat pola dikertas, nanti kalau lagi mood baru diaplikasikan kebahan dasar,” jelasnya.

Kain dasar utama batik berwarna putih, terus naik warna kuning. Saat masuk tahapan pencampuran, harus ekstra hati-hati dan perlu memahami konsep perpaduan warna.

“Saya pernah gagal dalam proses pencampuran warna, padahal sudah produksi banyak,” selorohnya.

Disinggung keikutsertaan Batik Durian dalam Fashion Week Milan, Endang mengatakan melampaui ekspektasi. Produk Batik Durian betul-betul dihargai dalam pameran itu. Bahkan mendapat tempat spesial dan strategis, dipajang di pusat kota sehingga mudah dijangkau pengunjung. (Dhia)

News Feed