You are here
Tuntaskan Kawasan Kumuh, 1.295 Rumah Ditingkatkan Lewat Program RTLH dan BSPS ADVETORIAL HEADLINE 

Tuntaskan Kawasan Kumuh, 1.295 Rumah Ditingkatkan Lewat Program RTLH dan BSPS

Kumuh 5

Kumuh 6LUBUKLINGGAU, MS – Sejurus UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan UU nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, menjadi landasan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Lubuklinggau hingga tahun 2019 ini, terus menuntaskan program kerakyatan berkenaan dengan perumahan dan permukiman yang diawali dulu dengan program pengentasan kawasan kumuh permukiman dan sanitasi.

Menyelaraskan program unggulan Walikota dan Wakil Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe dan H Sulaiman Kohar (Nansuko) tentang infrastruktur berwawasan lingkungan, Kepala Disperkim H Trisko Defriansa, ST, M.Si mengungkapkan, pada Bidang Perumahan, sejak tahun 2017 Disperkim berdiri, program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sudah mencapai 1.018 rumah, diantaranya tahun 2017 dengan 408 unit, 2018 dengan 432 unit dan tahun ini 178 unit, bersumber dana APBD berkisar Rp20 miliar dan DAK kegiatan sanitasi Rp2,55 miliar.

Kumuh 1Tidak hanya RTLH saja, sejak tahun 2018 diadakan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yakni sebanyak 177 unit dan ditahun 2019 ini dengan program 100 unit fokus di Kelurahan Cereme Taba Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

“Kedua program tersebut rata-rata telah melebihi 30 persen dilaksanakan untuk tahun ini, 50 persen untuk program RTLH dan 30 persen untuk BSPS. Akhir Oktober ini, akan dilakukan launching Stikerisasi RTLH dan BSPS dihunian warga penerima, diantaranya di Kelurahan Sukajadi, Bandung Kiri, Dempo, Kenanga, Jogoboyo, Margamulya bahkan Amula Rahayu,” paparnya.

Kemudian pada kegiatan Permukiman, diawali program pengentasan kawasan kumuh, telah banyak kawasan yang bahkan disulap menjadi tujuan wisata, seperti Kampung Warna-warni Linggau Ulu dan Kandis, Taman Jawa Kanan SS, Taman Dempo dan lainnya.

Kumuh 2“Kota Lubuklinggau masih menyisakan 27 ha kawasan yang dituntaskan untuk tidak menjadi kawasan kumuh lagi. Bersyukur upaya ini terus digalakkan Walikota H SN Prana Putra Sohe, sehingga pemerintah pusat dengan stimulan anggaran Pemkot Lubuklinggau bisa mengucurkan dana di pemerintah pusat atas komitmennya menuntaskan kawasan kumuh,” jelas Trisko.

Hal ini terlihat dengan program sanitasi berbasis masyarakat yakni IPAL Komunal diantaranya enam unit tersebar di lima kelurahan yakni, Majapahit, Cereme Taba, Ponorogo dan Pasar Permiri.

“Penanganannya menjadikan IPAL tidak terkesan jorok tapi menjadi tempat wisata dan rekreasi warga setempat. IPAL diintegrasi fasilitas publik, seperti di RT.7 Kelurahan Majapahit dibangun IPAL diatasnya disediakan taman belajar dan playground. Juga, IPAL Kelurahan Rahma, ada taman, kolam retensi dan lapangan bulutangkis. Ditahun ini juga direncanakan pembangunan kawasan I seluas 12 Ha yakni Kampung Ulak Surung (Ulung) Kecamatan Lubuklinggau Utara II ditepian sungai Kelingi. Kolaborasi program yang ada di OPD terkait Cipta Karya, PDAM, RTLH, BSPS dan lainnya,” ungkap Trisko. (adv)

Kumuh 3

Related posts

Leave a Comment