You are here
UBL Kembali Adakan Kelas Pembangunan Karakter Bagi Maba 2017 HEADLINE NASIONAL 

UBL Kembali Adakan Kelas Pembangunan Karakter Bagi Maba 2017

BANDAR LAMPUNG, MS – Universitas Bandar Lampung (UBL) menyambut ratusan mahasiswa tahun akademik 2017/2018. Terlihat dari pembekalan setiap tahun bagi para mahasiswa baru, khususnya penerima beasiswa, dengan kembali mengadakan Kelas Pembangunan Karakter (KPK) 2017.

KPK UBL dilaksanakan sejak 31 Juli hingga 5 Agustus 2017, berisikan materi character building, fotografi dan videografi, kewirusahaan (enterpreunership), bahasa Inggris, dasar komputer dan media social, jurnalistik dan artikel, hingga outbond. Pematerinya terdiri para alumni, dosen, praktisi, pekerja profesional hingga perwakilan dua inkubator bisnis UBL, yakni Pusat Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (PPIK) dan UBL Production (UBL Pro).

“Mudah-mudahan mereka memiliki bekal, untuk masuk kuliah dihari pertama sehingga baik pribadi maupun bersama-sama, dapat mengembangkan diri kearah yang lebih baik,” ucap pemateri character building M Denu Poyo S Ikom, di Kampus A, Drs H RM Barusman, beberapa waktu lalu.

M Denu Poyo menyebut adanya KPK sebagai upaya UBL, memberikan kiat-kiat mahasiswa baru dalam memulai perkuliahan baru, yang dimulai dengan Program Pengenalan Kampus (PPK), 10 September mendatang. Dalam KPK ini, para mahasiswa baru UBL ditekankan pada tiga hal yakni kepribadian baik, strategi kuliah terencana dan peningkatan prestasi.

“Lewat program ini, para mahasiswa beasiswa diberikan tuntutan dan menjalankan kewajiban. Selain juga diberikan motivasi, dan sharing pengalaman, agar mereka terpacu bisa sukses diinternal dan eksternal kampus,” paparnya.

Dengan KPK, Denu menegaskan para mahasiswa baru UBL mendapat acuan segera beradaptasi dengan sistem dan nuansa perkuliahan. “Perpindahan sifat dari masa SMA ke kuliah, tentu menimbulkan krisis karakter. Karena mereka, harus segera mampu berbaur dengan kondisi akan dimasuki. Sehingga tidak ditemui berbagai gap, dalam membangun karakter dari masa peralihan yang luar biasa,” imbuhnya.

Dijadikannya kegiatan rutin, Denu beranggapan KPK mampu mempercepat penyatuan karakter calon mahasiswa dengan lingkungan kampus dan sivitas akademika. “Format ini mematangkan softskill, jauh sebelum kuliah. Sangat bagus tujuan dan dampaknya bagi para calon mahasiswa. Jadi dengan masuk UBL, mereka mendapatkan pilihan tepat untuk (kepastian) masa depannya,” akunya.

Bagi Asisten Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP UBL ini, para peserta KPK tidak hanya akan mendapat hasil report kegiatan, sebagai acuan nilai tambah standar pada prosesi kelulusan nanti. Selain itu, dampak pembekalan terasa setelah lulus sarjana. Berupa, kemampuan lebih dari basic lain, selain akademik.

Terpisah, Kepala PPIK UBL, Ir. Indriati Agustina Gultom, MM mengaku regulasi KPK sudah dimatangkan dengan rapat koordinasi dengan berbagai stakeholder terkait di UBL. Termasuk bersama para narasumber dan mentor dari kalangan para kakak tingkat sebagai pengasuh pergrup maba.

“Jadi para maba akan lebih terorganisir, kita semua memberikan masukan dalam pengarahan tentang dasar, tujuan, plaksanaan teknis hingga input, dan ouput bagi para mahasiswa (baru),”jelasnya.

Kedepan, Indriati A Gultom berharap para maba UBL dapat memetik manfaat dari KPK ini. Agar berkaca, dari keberhasilan para senior dan alumninya. Dengan kelas ini, para maba terus membina silaturahmi. Tapi, juga membenuk empati antar sesama sivitas akademika universitas. “Semua materi dalam kelas ini, yang melengkapi bahan perkuliahan penting untuk dipahami. Jadi mereka memiliki kiat efektif, yang bisa diterapkan mulai awal kuliah hingga lulus sebagai modal masa depannya,” tukasnya. (sal/ril)

 

Related posts

Leave a Comment