You are here
UBL Kembali Dipercaya Balitbangda Tuan Rumah Final Lomanida Lampung 2017 HEADLINE NASIONAL 

UBL Kembali Dipercaya Balitbangda Tuan Rumah Final Lomanida Lampung 2017

BANDAR LAMPUNG, MS– Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali dipercaya Badan Penelitian dan dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Lampung sebagai tuan rumah Final Lomba Anugerah Inovasi Daerah (Lomanida) Provinsi Lampung, tahun 2017.

Acara yang didukung Pusat Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (PPIK) UBL dan Ikatan Alumni ITB Daerah Lampung, bertajuk ‘Inovasi IPTEK Membangun Lampung Sejahtara’, terpusatkan di Auditorium Gedung L, Kampus B, Pascasarjana, Dra Hj Sri Hayati Barusman, Rabu (12/7/2017).

Kegiatan ini dihadiri Rektor UBL Dr Ir M Yusuf S Barusman MBA beserta jajaran, Kepala Badan (Kaban) Litbangda Lampung, Ir Mulyadi Irsan MT beserta jajaran. Ketua pelaksana Dwi Retno Mulyaningrum SPt MEg Sc, para rektor institut maupun perguruan tinggi negeri dan swasta, kepala dinas dan badan daerah, kepala balitbang pendidikan tinggi, kepala sekolah, kepala Pemda dan Bappeda kabupaten/kota, dewan juri, tamu undangan hingga peserta.

Rektor UBL mengapresiasi penunjukan UBL untuk kesekian kalinya. Baginya kegiatan ini sangat penting sebagai indikator keberhasilan provinsi Lampung, dalam membangun potensi inovasi daerah, budaya kualitas dan nilai-nilai unggul diberbagai stakeholder masyarakat.

“Saya bersyukur dengan kerjasama ini,dapat membangun suasana akademik bagi kita semua. UBL bersama Balitbangda Lampung aktif dan berkomitmen dalam pengembangan inovasi IPTEK di Lampung. Dengan kegiatan ini, tidak hanya menyemarakan upaya kretivitas, tapi juga memacu kesejahteraan masyarakat didaerah kita dan bangsa Indonesia umumnya,” sanjungnya.

Tak lupa Yusuf Barusman mengapresiasi Balitbangda Lampung yang terus menggandeng UBL, dewan riset, sivitas akademika dan sekolah, hingga masyarakat. Untuk bersama-sama lebih menyemarakan budaya inovasi dan kreativitas, dengan membuka akses luas terlibat di Lomanida 2017.

“(Lomanida) tidak hanya mem-blowup kegiatan, tapi tiap inovasi, kreativitas supaya ada kesadaran semua pihak memanfaatkan hal ini. Sehingga membuat setiap penemuan bermanfaat dan berdaya guna tinggi secara substansi.Terlebih didua pola pendidikan (basic dan apply science) yang mengedepankan kreativitas dan inovasi, sehingga membentuk manusia yang utuh,”tutur Rektor UBL.

Kaban Litbangda turut mengapresiasi kesinambungan pelaksanaan Lomanida Lampung di UBL, yang setiap tahun dilaksanakan dengan terus peningkatan. “Mulai dari teknis-non teknis penyelenggaraan, dukungan materiil-non materiil, segi kategori (inovasi) penelitian, pemanfaatan hasil, hingga pemberian beasiswa (kuliah) bagi juara kalangan pelajar,” pujiannya.

Diakui Mulyadi, adanya Lomanida 2017 sesuai nawacita pemerintah pusat dalam membangun produktivitas, kemandirian, bedikari ekonomi dan peningkatan daya saing inovasi lokal. Kegiatan ini masuk agenda kerja Pemprov, guna mewujudkan Lampung yang maju dan sejahtera, dimulai 2019.

“Terlebih dari riset World Economic Forum (WEF) 2016, dari berbagai indikator daya saing inovasi, posisi Indonesia dari 37 ke 41 didunia. Daya saing inovasi di Provinsi Lampung diposisi 14 nasional. Lewat kegiatan ini, kami petakan dan tingkatkan keunggulan komperatif dan kompetitif inovasi daerah. Termasuk membekali para juara starup pendampingan bisnis dan diikutsertakan diajang serupa level nasional. Alhamdulillah, tahun lalu juara kita jadi juara II tingkat nasional,” akunya.

Dari segi teknis, Dwi Retno Mulyaningrum menegaskan Lomanida 2017 bertujuan mendorong dan meningkatkan budaya inovasi, berbasis teknologi dikalangan pelajar, mahasiswa, masyarakat umum dan peneliti. “Juga sebagai sarana edukasi penelitian, pengembangan ilmu dan inovasi. Termasuk wadah komunikasi dan informasi hasil penelitian dari berbagai lintas sektoril di Lampung,” ucapnya.

Pelaksanaan Lomanida Lampung 2017 efektif selama 4 bulan, terdiri berbagai tahapan. Dimulai pendaftaran 1 Maret-15 April,  seleksi naskah 2 Maret-22 April, pemuatan layak lulus cek fisik 25 April, pelaksanaan tes fisik 8 April-12 Mei, pengumuman hasil tes akhir 29 Mei, presentasi akhir 12 Juli, penetapan pemenang (1,2,3) Akhir Juli, penyematan pemenang dari Gubernur Lampung, bersamaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke-22, 10 Agustus mendatang.

“Dari hasil ini terjaring (diawal) 120 peserta terdiri 80 peserta umum, 29 peserta pelajar, dan 11 peserta peneliti-mahasiswa. Akhirnya yang masuk babak presentasi 18 finalis, kategori terdiri perseorangan 6 peserta dan perkelompok sisanya, yang masing-masing mempresentasikan satu judul. Mereka memperebutkan juara I, II dan III dengan hadiah piala, piagam serta dana pembinaan. Khusus bagi pelajar akan mendapatkan beasiswa S1 penuh dari UBL,” tukas Dwi Retno. (sal/ril)

Related posts

Leave a Comment