oleh

Versi Romy, Hairul Mursalin Jabat Ketua DPC PPP PALI

PALI, MS – Hairul Mursalin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten PALI pada Musyawarah Cabang I (Muscab) PPP Kabupaten PALI versi Romahurmuziy. Beberapa hari lalu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) PALI versi Djan Faridz mendapatkan hasil Muscab memilih ketuanya Aka Kholik Darlin. Acara itu sendiri dipusatkan di Gedung Serbaguna, Pendopo, PALI, Senin (26/09).

Beberapa petinggi PPP hadir diacara Muscab pertama DPC PPP PALI,s eperti ketua DPW PPP Sumsel Agus Sutikno, Sekretaris DPW Rizal Kenedy,  Ketua DPC PPP Muara Enim Nurul Aman, dan beberapa petinggi parpol lain. Selain itu, Bupati PALI Heri Amalindo dan sejumlah anggota dewan juga tampak hadir bersama ratusan kader dan simpatisan PPP.

Ketua DPW PPP Sumsel Agus Sutikno SE MM MBA didampingi Sekjen DPW PPP Sumsel Rizal Kennedy SH MH, terkait bahwa ada Muscab di Kecamatan Tanah Abang beberapa hari lalu, telah menyalahi aturan dasar rumah tangga (ADRT). “Sebelum ada Muscab, harus ada Musda, serta adanya Muswil, agar terbentuk anggota kepengurusan yang di jalan Allah SWT. Ya,  sebab kiblat PPP di Kabah,” ujarnya.

Diakuinya, memang setiap partai diperbolehkan memberikan pandangan berbeda, akan tetapi tidak boleh dualisme. “Setiap anggota mempunyai pandangan sendiri, saya memberikan peringatan keras melalui keputusan PAW, sebagai payung hukumnya. Sebelum ada pemecatan haruslah ada sanksi, melalui surat peringatan (SP) I maupun II, ” ungkapnya.

Ia menambahkan menurut undang-undang partai politik, bagi anggota kepengurusan membangkang dari aturan ADRT, harus diberikan peringatan, dan tidak segan-segan mengeluarkan anggota tersebut dari kepengurusan. Bahwa pada dasarnya di PPP tidak ada dualisme kepemimpinan saat ini, karena menurutnya dikatakan dualisme jika sama-sama memiliki SK Menkumham RI. “Berdasarkan SK Menkumham  Nomor : M.MH.06.AH.11 Tahun 2016 jelas mengatakan bahwa Ketua Umum DPP PPP adalah Romahurmuziy. Soal dualisme itu tidak ada. Kalau partai yang kuat, harus mempunyai badan hukum yang kuat. Seperti dari surat kementrian hukum dan HAM,” pungkasnya.

Dirinya juga tidak lupa mengajak kader PPP Kabupaten PALI untuk mendukung program pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati PALI, Heri Amalindo dan Ferdian Andreas Lacony.

Ia menegaskan bahwa ditubuh PPP wilayah kabupaten PALI, tidak ada dua kubu, dan sesuai ADRT yang jelas, sesuai dengan hukum yang ada. “Partai yang sah harus mentaati peraturan Parpol, dan tidak boleh menyalahi aturan. Disini partai ini mempunyai mekanisme yang jelas, dan sebagai ketua terpilih ketua Plt DPC Kabupaten PALI yakni Chairul Mursalin. Aca Cholik akan dipanggil oleh DPW Sumsel, untuk mempertanggung jawab Musda yang digelar beberapa hari lalu,” tegasnya.

Nurul Aman ketua DPC PPP Muara Enim mengklaim bahwa Muktamar yang digelar hari ini adalah yang sah. “Memang PPP ada dua kepemimpinan, ada muktamar Jakarta dan ada juga muktamar Surabaya. Tapi kan sudah islah di Pondok Gede dengan mengantongi  SK Menkumham yang dibuka langsung oleh presiden dan ditutup wakil presiden. Saya nilai PPP inilah yang sah, yang diakui negara,” ujar Wakil Bupati Muaraenim ini.

Hairul Mursalin berterimakasih telah diberi amanat sebagai Ketua DPC PPP PALI. “Mari seluruh kader PPP khususnya di Kabupaten PALI untuk sama-sama membesarkan partai berlambang Ka’bah ini,” pintanya. (yeng)

News Feed