You are here
Veteran Menjadi Sosialisator Nilai Kejuangan 45 yang Handal HEADLINE POLITIK & PEMERINTAHAN 

Veteran Menjadi Sosialisator Nilai Kejuangan 45 yang Handal

PALEMBANG, MS – Guna mewariskan dan mensosialisasikan nilai-nilai kejuangan 45, Dewan Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (DPP LVRI) menggelar Pelatihan Calon Pelaksana Sosialisasi, Jiwa, Semangat Dan Nilai Juang 45. Pelatihan itu agar para veteran menjadi sosialisator nilai kejuangan 45 yang handal di daerahnya masing-masing. Hal itu diungkapkan Ketua Departemen Perjuangan DPP LVRI‎, Mayjen TNI (Purn) Nono Sukarno, di Asrama Haji Kota Palembang, Senin (20/3/2017).‎

Menurut Nono Sukarno untuk mengikuti pelatihan ini, akan dilakukan seleksi untuk para sosilisator. Sehingga sosialisator yang mengikuti pelatihan benar-benar memiliki semangat Juang 45.

“Untuk saat ini hanya, pelatihan sosialisasi hanya untuk para veteran, namun kedepan akan diadakan untuk para pemuda, pengajar dan dosen,” ungkap Purnawirawan yang pensiun tahun 2002.‎

Dikatakan Nono, saat ini banyak generasi pemuda yang melupakan nilai-nilai kejuangan dan banyak generasi yang terjerumus dalam perbuatan yang tidak baik, seperti narkoba, sex bebas dan lainnya.

“Indonesia tengah krisis generasi penerus yang berkarakter karena mereka melupakan nilai-nilai kejuangan, seperti tanpa pamrih, rela berkorban dan kejujuran. DPP LVRI melihat bahwa nilai-nilai kejuangan masih bisa diimplementasikan saat ini walau tidak dijaman perang,” pungkasnya.‎

Gubernur Sumatera Selatan, H Alex Noerdin yang membuka pelatihan itu memberikan sambutan dan apresiasi terhadap Veteran. ‎Menurut dia, pelatihan ini merupakan reaksi dari jiwa dan semangat bangsa yang saat ini tidak mencerminkan semangat berjuang untuk Indonesia. Generasi penerus atau generasi muda banyak terkontaminasi oleh kemajuan zaman dan teknologi, sehingga menyebabkan hilangnya nilai-nilai kejuangan.

“Para generasi tua harus memberikan contoh yang baik kepada generasi muda atau penerus bangsa, sehingga membuat bangga kepada generasi pemuda. Generasi tua tidak hanya bisa berorasi dan pidato tapi memberikan bukti nyata,” tuturnya. (za)‎

Related posts

Leave a Comment