You are here
Warga Keluhkan Debu Tebal di Jalan‎ Negara DAERAH HEADLINE 

Warga Keluhkan Debu Tebal di Jalan‎ Negara

LUBUKLINGGAU, MS – Warga Jalan HM Soeharto Kelurahan Simpang Priuk,Kecamatan Lubuklinggau Selatan II mengeluhkan banyaknya debu tebal yang berterbangan akibat pasir yang disemburkan dijalan oleh pekerja perawatan jalan negara. Debu-debu ini  disebabkan pasir yang disembur di badan jalan berterbangan kerumah warga saat ada angin dan ada kendaraan yang melintasi jalan tersebut.

Pantauan dilapangan, para pekerja yang melakukan penyiraman aspal cair ke badan jalan menyiramkan pasir dibagian jalan yang disiram dengan aspal,kemudian pergi melanjutkan pekerjaan dititik lainnya.

Pasir-pasir yang dibiarkan dibadan jalan inilah yang beterbangan kerumah penduduk,bahkan pengendara sepeda motor nampak menutup bagian muka dengan tangan saat melintas.

Maryam (50) salah satu penjual soto di Jalan HM Soeharto,Kelurahan Simpang Priuk,Kecamatan Lubuklinggau Selatan, Senin (24/4/2017) menjelaskan bahwa debu tersebut sudah mulai berterbangan sejak tiga hari terakhir. “Warung saya kan pinggir jalan, jadi pasti lah debu masuk ke warung, liat saja gelas-gelas, meja sama handpone kamu (wartawan) tebal kan debu nya,” kata Maryam.

Selanjutnya, ia menerangkan penyiraman aspal ke badan jalan dilakukan sejak 3 hari lalu. Dimana dihari pertama dilakukan dibagian pinggir jalan arah rumah penduduk, kemudian dilanjutkan penyiraman dibagian pinggir kearah median jalan. “Percuma juga kalau saya siram debu juga masih banyak, disiram didepan warung saya tapi didepan rumah yang lain masih ada, pas ada angin pasti sampai sini juga,” ujarnya.

Senada juga disampaikan, Rohmat (45) penambal ban di jalan HM Soeharto. Dia hanya berharap pihak yang melakukan perbaikan jalan selain menyiram aspal juga memperhatikan dampaknya ke warga setempat dan pengguna jalan. “Ya kalau bisa pasirnya dibuang pak disiram pakai air biar pasirnya hanyut ke pinggir jalan, kalau seperti ini akibatnya banyak debu,kemudian motor juga bahaya bisa kecelakaan karena pasir dijalan,” harapnya. (Dhiae)