You are here
Wilayah Mura Minim Rambu Jalan DAERAH HEADLINE 

Wilayah Mura Minim Rambu Jalan

MUSIRAWAS, MS – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mura, Adi Winata mengakui, realisasi penyediaan rambu jalan di Kabupaten Mura tahun 2017 sangat rendah, hanya sekitar 15 persen. Akibatnya saat ini, sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) minim rambu lalu lintas (lalin).

“Tahun ini targetnya bisa sampai 75 persen realisasi dari target. Kita sudah mengajukan juga ke Balai Besar Transportasi di Palembang untuk titik yang membutuhkan rambu lalin tahun ini,” ungkapnya, Senin (17/04/2018).

Ia menyebutkan beberapa titik yang membutuhkan rambu lalin. Untuk jalan nasional ada di perbatasan Muba hingga ke Muara Beliti, perbatasan Empat Lawang hingga ke Muara Beliti, dan Terawas hingga ke Karang Jaya. Sedangkan untuk jalan provinsi di Simpang Periuk hingga ke Terawas.

“Rambu-rambu jalan nasional, Insya Allah ada dari Kementerian. Detail jumlahnya saya tidak ingat pasti, tapi ratusan lah,” ucapnya.

Menurutnya, rambu lalin yang sangat minim di Mura meliputi rambu di tikungan, tanda bahaya, rawan longsor, di sekitar jalan rusak, dan kawasan rawan laka.

“Yang tahun 2017 realisasinya itu ada di perbatasan Muara Lakitan, Muba, dan Muara Kelingi. Yang kuning-kuning itu,” katanya.

Selain jalan nasional dan provinsi, jalan kabupaten juga akan mendapat rambu lalin di tahun 2018 ini. Realisasinya difokuskan pada rambu untuk Zona Aman Sekolah (ZOS). Rencananya tahun ini akan ada penambahan dua titik ZOS di Mura, yakni di Sumber Harta dan Megang Sakti.

“Saat ini ada lima titik ZOS, yakni di Muara Beliti, dua di Muara Lakitan, Tugu Mulyo, Selangit, serta Terawas. Dalam pengajuannya disertakan kepadatan dan jumlah siswa, sehingga memang dibutuhkan rambu lalin di ZOS,” ucapnya. (dhiae)

Related posts

Leave a Comment