You are here
Wujudkan Palembang Bebas Narkoba HEADLINE POLITIK & PEMERINTAHAN 

Wujudkan Palembang Bebas Narkoba

PALEMBANG, MS – Berdasarkan Surat Edaran Mendagri No 460/964.8 J tentang pembentukan tim terpadu dalam melaksanakan aksi terpadu penanganan konflik sosial tingkat Provinsi dan Kab/kota.  Kesbangpol Kota Palembang melakukan langkah preventif dengan menyelenggarakan seminar nasional bertema “‎Mari Wujudkan Palembang Bebas Narkoba”. Acara itu dipusatkan di Grand Atyasa Convention Center Kota Palembang, kemarin.

Menurut, Kaban Kesbangpol Kota Palembang, Altur Febriansyah, SH M Si bahwa bertujuan sebagai salah satu langkah pencegahan timbulnya konflik sosial. Salah satu masalah penanganan konflik sosial adalah maraknya penyalahgunaan serta peredaran Narkoba di Kota Palembang. “Setiap harinya 50 jiwa menjadi korban dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika,” ungkapnya.

Lebih jauh, Altur Febriansyah mengatakan akan melakukan langkah represif dengan membuat Perda mengenai Penanganan Narkotika. “Kesbangpol ini bersifat mencegah dengan membuat produk hukum untuk tindak lanjut dari UU No. 13 Tahun 2009 tentang Narkoba dan UU No. 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial. Diharapkan pada  2017 Perda tersebut akan terwujud,” ujarnya.

Altur Febriansyah menjelaskan bahwa konflik di Kota Palembang dapat diredam dengan upaya koordinasi dan komunikasi melaui pertemuan-pertemuan seperti Komunitas Intelijen Daerah (Kominda),  melaui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), forum Pemuda lintas agama dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan lainnya.

“Secara Intens mengadakan pertemuan dan membagi informasi agar mencegah konflik, karena konflik muncul akibat terjadinya miss komunikasi,” tutupnya.

Dalam sosialisasi itu bertindak sebagai narasumber, Kanit Narkoba Polresta Palembang, Ipda Purnama Setiadi yang mengatakan bahwa sepanjang 2016, Polresta Palembang berhasil mengungkap sebanyak  287 Kasus Narkoba, dengan tersangka 236 orang. “Kasus tersebut terdiri dari Ganja 13 kasus, ekstasi 24 kasus, sabu-sabu 246 kasus dan sisanya 4 kasus. Dominan di Kota Palembang beredarnya  sabu-sabu,” ungkapnya.

Terkait seminar itu, ‎Ipda Purnama Setiadi mengatakan kepada peserta harap memberikan perhatian terhadap lingkungannya, karena di Kota Palembang hampir seluruh di tingkat RT tercemar Narkoba dan memberikan apresiasi kepada Kesbangpol Kota Palembang. “Pihak kepolisian mengapresiasi terhadap pemerintah daerah yang  melalui Kesbangpol ikut turut membantu penanganan Narkoba dengan membuat Perda penanganan Narkoba,” pungkasnya. (za)‎

 

Related posts

Leave a Comment