oleh

Banjìr Terparah Sepanjang Sejarah Di Muratara

*Aktivitas Warga Lumpuh, 6 Kecamatan Dilanda Banjir

MURATARA – Sejak Rabu (10/01/2024), diwilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mulai dilanda banjir akibat luapan aliran sungai Rupit dan sungai rawas mengakibatkan banjir hingga melumpuhkan aktivitas masyarakat di 6 Kecamatan dari 7 Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Muratara, Kamis (11/01/2024).

Banjir tersebut tidak hanya membuat aktivitas masyarakat lumpuh juga berdampak pada kerusakan pasilitas umum jembatan gantung yang terdapat di Desa sosokan, Muara kuis dan jembatan gantung dusun kemang muara kuis semuanya pus.

Tidak hanya itu, informasi yang dihimpun Metro Sumatera, banjir kali ini, bahkan berdampak pada Pipa PDAM di Kecamatan Muara Kulam putus, jalan-jalan utama kecamatan seperti jalan Poros Kecamatan Ulu Rawas, Rawas Ulu, Karang Dapo dan Jalan Poros Kecamatan Rawas Ilir terendam banjir dam mengakibatkan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kondisi tersebut membuat, masyarakat yang terdampak banjir di 4 Kecamatan tersebut terisolir dan bahkan aktivitas warga lumpuh total.

Saat ini, jumblah rumah warga terendam banjir suda mencapai rian kepala keluarga dengan ketinggian air dipemukiman masyarakat mencapai 1 meter hingga 1,5 meter. Yang mana ada 2 kecamatan terdampak parah yakni Kecamatan Karang Dapo dan Kecamatan Rawas Ilir.

Bahkan baru-baru ini, di informasikan juga terjadinya longsor di tebing caluk desa napallicin yang menutup badan jalan akibat intensitas hujan tinggi. Pasilitas umum seperti sekolah dasar di beberapa kecamatan tersebut terpaksa di liburkan akibat terendam banjir, Kantor Danramil Ulu Rawas tenggelam bahkan tidak sesikit masyarakat yang dekat dengan bantaran sungai telah mengungsi kerumah kerabatnya.

Carlos Warga Ulu Rawas, menyampaikan bahwa banjir melanda didaerahnya sejak Rabu kemrin dan terparah hari kamis yang membuat lumpuh aktivitas masyarakat. “Kondisi ini banjir kali ini terparah karna daerah tertinggi wilayah kecamatan Ulu Rawas terdampak banjir. Yakni Desa Kuto tanjung Kena Banjir,” jelasnya.

Bahkan Andre warga Muara Ruput, mengatakan hal yang sama, bahwa banjir kali ini sangat luas dan bahkan menyebabkan rumah-rumah pendusuk, fasilitas umum. Seperti sekolah, masjid dan jalan terendam oleh banjir.

“Kami harapkan adanya kepedulian pemerintah dalam mengatasi banjir dan memberikan bantuan bagi yang terdampak banjir,”kata dia.

Sementara itu kordinator posko banjir Muratara Ir.Suhardiman membenarkan adanya banjir yang telah melanda wilayah muratara. Saat ini pihaknya terus monitor kondisi di lapangan, serta menurunkan tim untuk menuju ke beberapa titik terendam banjir dari enam kecamatan dalam wilayah di Muratara.

“Kita telah menurun kan tim menujuk ke titik daerah terendam banjir,sedangkan empat jembatan putus di ulu Rawas kita baru saja mendapat laporan,dan insaAllah tim kita akan berangkat kesana.,”kata Suhardiman.

Selain itu Suhardiman juga menghimbau kepada masyarakat Muratara harus waspada dan tetap siaga, mengingat kondisi cuaca saat ini bisa berpotensi itensitas curah hujan tinggi,berkemungkinan akan terjadi banjir susulan. (Bar)

News Feed