oleh

BI Perwakilan Sumsel Gelar Sosialisasi Uang Baru

PALEMBANG, MS – Guna memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap pengeluaran uang rupiah baru emisi 2016, Bank Indonesia (BI)‎ perwakilan  Provinsi Sumatera Selatan Bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar sosialisasi dan dialog  interaktif. Kegiatan itu sendiri dipusatkan di Ballroom Hotel Daira Kota Palembang, Senin (6/2/2017).

Dikatakan Deputi Pengawasan BI Perwakilan Provinsi  Sumsel, Seto Pranoto bahwa selama ini banyak beredar berita bohong atau hoax terkait logo uang rupiah baru. Untuk itu, perlu adanya pemberian informasi yang benar dari pemerintah dan pihak terkait lainnya kepada masyarakat sesuai undang-undang nomor 7 tahun 2011.

“Kita berharap kerjasamanya dari ulama agar mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa uang rupiah itu resmi dan berlaku,” ujarnya.

Menurut Seto, uang rupiah  merupakan hal yang  strategis sebagai alat pembayaran sehingga mudah dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu. “Oleh karena itu butuh sosialisasi ke semua lapisan masyarakat,” kata dia.

Sementara, Plt Sekretaris Daerah Sumsel, Joko Imam Sentosa menyambut baik dengan adanya sosialisasi uang rupiah baru dari BI. “Ini adalah langkah yang bagus agar masyarakat mengetahui dan tidak kaget terhadap uang yang baru,” tuturnya.

Dijelaskan Joko,  pengeluaran uang rupiah baru dilakukan sekitar 10 tahun sekali dengan tujuan untuk menukar uang-uang yang lama dan telah lusuh. “Setiap kali ada emisi baru itu salah satunya untuk menukar uang lama yang beredar dengan uang baru, dan langkah strategis untuk memperkenalkanya  memang lebih baik melalui ulama karena mereka lebih dekat dan paham tentang masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua MUI Sumsel, Prof. Dr. Aflatun Muchtar mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini berawal dari kunjungan Pimpinan BI Perwakilan Suimsel Ke MUI Sumsel untuk melakukan sosialisasi uang baru dan melakukan kerjasama antara Ormas Islam dengan BI. MUI Sumsel berharap BI dapat membantu bagaimana membumikan ekonomi syariah di Indonesia.

“Kegiatan tersebut sangat penting, karena masalah uang baru sangat kontroversi dimasyarakat. Solusi yang baik adalah dengan mengundang Ormas Islam dan berdialog dengan BI untuk memberika penjelasa terkait uang baru ,” jelasnya. (za)

News Feed