oleh

Diduga Aniaya Anak Dibawah Umur, Empat Oknum Anggota Lantas Dilaporkan

MUSIRAWAS, MS – Diduga melakukan kekerasan terhadap anak dibawah umur saat razia lantas dilaksanakan di Kecamatan Tugumulyo, Rabu ( 3/1), empat oknum anggota Satlantas dilaporkan ke Polres Mura. Tidak hanya dilaporkan ke unit propam, empat oknum anggota sat lantas juga dilaporkan SPK, Jumat (5/1/2018).

Ayah korban Faruq, Aidil Wahyudin Noor yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Muratara dihadapan media menjelaskan kalau anaknya yang masih berusia 16 tahun jadi korban brutal oknum polisi. Tak hanya menderita luka lecet pada bagian leher, Faruq juga sempat ditendang, diborgol hingga dicaci maki. Padahal notabene anaknya hanya menumpang dikendaraan milik temannya.

“Ini masalah pelanggaran lalu lintas lantas kenapa anak saya diperlakukan layaknya pencuri. Kalau anak saya penjahat tak masalah diperlakukan seperti itu. Yang dilakukan aparat tak patut dicontoh ini sudah melanggar UU,” tegasnya.

Tak hanya itu Aidil pada awalnya ingin masalah ini diselesaikan baik-baik dengan adanya permintaan maaf dari oknum polisi dan yang terlanjur luka diobati. Namun saat menemui pihak Polres Mura justru kejadianya malah menyulut emosi cacian hingga hinaan justru dilontarkan.

“Saya mau baik secara disiplin maupun pelanggaran pidana umum dijalankan terhadap empat oknum anggota polisi yang sudah menganiaya anak saya, dan saya minta pada Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adi Negara memproses Kasat Lantas Mura,” tambahnya.

Sementara Faruq menjelaskan kalau awal mula kejadian bermula saat dirinya dan teman-temanya liburan ke danau aur, Rabu (3/1) di Kecamatan Sumber Harta. Saat perjalanan pulang setiba di Kecamatan Tugumulyo ada razia yang digelar Sat Lantas Polres Mura.

“Mobil yang bawa om teman saya tapi gak bawa STNK, karena prosesnya lama saya telpon papa minta dijemput tetapi malah hp saya dirampas oknum anggota lantas,” jelasnya.

Tak hanya merampas HP, oknum polisi tersebut juga melontarkan kalimat tak senonoh yang intinya menjelaskan Faruq layaknya pacar papanya. Dan saat Faruq menanyakan alasan polisi berkata seperti itu justru ia di cekik.

“Leher saya dicekik dan tangan saya diborgol, jam tangan saya sampai putus tak tau jatuh dimana. Punggung saya pun sempat ditendang,” tambahnya.

Menanggapi hal ini Anggota KPAID Mura, Husni Thamrin yang mendampingi korban saat melapor ke unit PPA Sat Reskrim Mura menjelaskan sudah menjadi tugas KPAID untuk melakukan pendampingan terhadap anak.

“Kami sudah lakukan mediasi masalah ini kemarin tetapi gagal, kami lakukan pendampingan laporan baik ke propam dan PPA, karena ada indikasi kekerasan terhadap anak. Dan hari ini sudah selesai di BAP, “tambahnya.

Husni juga menjelaskan Polda Sumsel harus menyikapi masalah ini, jangan sampai dianggap enteng. Terlebih kondisi psikis anak saat ini dalam kondisi shock.

“Masalah ini harus tuntas, jangan tebang pilih. Kalau anak pejabat saja diperlakukan seperti ini bagaimana bila masyarakat awam. Hukum jangan hanya runcing kebawah dan tumpul keatas. Aparat sekalipun bila bersalah maka harus diusut tuntas hingga keakar akarnya. Polda Sumsel jangan hanya tinggal diam bila perlu pindahkan Kasat Lantasnya karen tidak becus membimbing bawahannya,” pungkasnya. (dhiae)

News Feed