oleh

DPRD Bengkulu Selatan akan Perjuangan Nasib Ratusan Guru Paud

BENGKULU SELATAN, MS – Ratusan Guru Paud se Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) mengadukan nasibnya ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) BS, Senin (12/04/2021).

Melalui perwakilannya sebanyak 3 orang per kecamatan, para Bunda Paud se-Kabupaten BS ini menyampaikan beberapa aspirasinya. Diantaranya yaitu, berharap anggota DPRD yang terhormat dapat memperjuangkan nasib mereka untuk dapat diangkat menjadi ASN melalui jalur P3K. Dan yang lebih krusial lagi melalui juru bicaranya Ismi Hayati, para bunda Paud ini memohon bantuannya kepada Dewan agar Pemkab Bengkulu Selatan kembali dapat menganggarkan insentif guru Paud dari APBD yang di tahun 2021 ini dihapuskan.

“Sekarang para guru Paud di Kabupaten Bengkulu Selatan ini cuma menerima honor dari dana desa (DD) dan ada juga yang menerima Insentif dari APBN bagi yang termasuk dalam daftar Dapodik. Untuk dari DD besarannya bervariasi, mulai dari Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu sebulan, tergantung kemampuan desa. Itu pun dibayarkan tidak setiap bulan, bahkan hingga saat ini kami para guru Paud ini ada yang belum menerima honor. Kalau dari Kementrian cuma Rp 200 ribu sebulan. Kami mohon kepada bapak bapak anggota dewan tolong perjuangkan nasib kami. Terima honor satu juta perbulan kami sangat syukur alhamdulillah,” ujar Ismi Hayati perwakilan guru Paud dari Kecamatan Air Nipis yang terlihat menangis dihadapan Anggota DPRD BS pada pertemuan yang dipimpin Langsung oleh ketua Komisi III Holman, SE.

Ditambahkan Santi yakni perwakilan dari Kecamatan Kedurang menyampaikan, sebelumnya kata dia, sejak tahun 2014 lalu sampai tahun 2020 daerah menganggarkan insentif untuk guru Paud sebesar Rp 150 ribu per bulan. Dan pemerintah berjanji pada tahun 2021 insentif akan dinaikan Rp 300 ribu per bulan. “Ditahun 2021 ini nol, jangankan dinaikan malah dihapuskan,” kesalnya.

Menanggapi keluhan para bunda Paud di Kabupaten Bengkulu Selatan ini, ketua komisi III DPRD BS Holman SE berjanji akan memperjuangkan nasib mereka.

“Setelah menerima dan mendengar keluhan Ibu Ibu sekalian, kami siap dan akan memperjuangkan nasib kalian. Nanti akan kita panggil Bupati dan Kepala Dinas Dikbud. Kepada Kabid Pembina Paud agar sampaikan kepada kami kalau usulan intensif guru Paud ini di tolak,” kata Holman dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu Kabid Pembinaan Paud dan SNF Dikbud Bengkulu Selatan yakni Idisuan S.Ag, dalam pertemuan tersebut dirinya mengaku, bahwa pihaknya selalu berusaha penuh dalam memperjuangkan insentif guru paud di Kabupaten Bengkulu Selatan tersebut.
“Setiap tahun diusulkan, tapi usulan tersebut tidak pernah diakomodir. Sekarang ini jangankan ditambah yang ada malah di hapuskan, ujar Idisuan yang terlihat betul betul serius memperjuangkan nasib para guru Paud di Kabupaten BS ini.

Saat dikonfirmasi awak media terkait hilangnya usulan itu, dirinya mengaku tidak tahu siapa yang mencoret.

Idisuan berharap kepada DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan untuk mengawal usulan insentif guru Paud ini agar tidak sampai di coret oleh pemangku kebijakan. (Baron)

News Feed