oleh

Dua Tahun Mengajar Tanpa Honor

LUBUKLINGGAU, MS – Apa yang dilakukan Anggota Babinkamtibmas Kelurahan Ulak Lebar, Aiptu Syamsul Bahri patut mendapat acungan jempol.  Pasalnya ditengah kesibukannya sebagai anggota polisi di Polres Lubuklinggau, ia menyempatkan diri mengajar di SD Al Ilmu meski tanpa bayaran.

Disambangi koran in ditempatnya mengajar, Senin (13/11/2017) pria berkacamata yang masih lengkap menggunakan seragam polisi ini tengah asyik mengajar siswa kelas III, pada mata pelajaran Aqidah ( Agama, red).

“Sudah dua tahun saya mengajar disini.  Sebenarnya bukan hanya saya yang mengajar tanpa honor namun ada dua orang lagi,” ujarnya.

Sekolah yang telah berdiri sejak 5 tahun lalu dan memiliki 50 orang siswa, dahulunya aktifitas belajar mengajar dilaksanakan dirumah pribadi pemilik yayasan, baru dua tahun terakhir sekolah swasta tersebut berdiri dengan 2 ruangan yang disekat menjadi empat kelas.

“Ruangan pertama itu kami bangun melalui dana aspirasi anggota DPRD Kota Lubuklinggau, Merismon.  Ruangan yang saat ini disekat untuk ruang belajar anak Paud dan TK.  Sementara satu ruangan lainnya masih dalam proses pembangunan dan belum selesai.  Karena saat musibah puting beliung tempo hari ruangan tersebut ikut ambruk,”tambahnya.

Selain mengajar Syamsul juga menjadikan mobil Nissan Terano miliknya menjadi perpustakaan bagi siswa siswi di SD tersebut. Tak tanggung-tanggung ratusan judul buku mulai buku pelajaran hingga pengetahuan umum selalu ada di bagian jok belakang mobilnya yang disulap layaknya etalase perpustakaan.

Apa yang dilakukan Syamsul rupanya disuport atasannya di Polres Lubuklinggau, terbukti Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Andi Kumara kemarin ( hari ini,red) dan rombongan menyempatkan waktu untuk mengunjungi kinerja bawahannya ditengah-tengah masyarakat, yang mayoritas penduduk asli Lubuklinggau.

“Ini kegiatan positif yang patut di apresiasi dan di dukung, terlebih di Polres Lubuklinggau sendiri sudah ada pojok baca.  Artinya langkah  dilakukan anggota selaras dengan dilakukan Polres Lubuklinggau dengan ikut berperan aktif mencerdaskan kehidupan bangsa.  Apalagi melalui membaca jendela dunia akan terbuka,” tambah waka.

Sementara pemilik yayasan Al Ilmi, Helmi mengatakan kalau paud dan TK Al Ilmi sudah berdiri sejak 5 tahun lalu, sementara SD baru 3 tahun terakhir.

“Ada 10 guru yang mengajar disini 7 diantaranya menerima gaji yang kami kelola dari dana BOS sementara 3 lainnya mengajar secara cuma-cuma,” jelasnya. (dhia)

News Feed