oleh

H-2 Menjelang Pilkada, Diduga Terjadi Money Politik

OKU, MS – H-2 menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) diduga terjadi money politik. Money politik yang kedapatan oleh warga itu terjadi di Kelurahan Talang Jawa, Baturaja Barat dan Kemelak Bidung Langit, Senin (7/12/2020) habis magrib.

Adapun yang menerima uang di Kelurahan Talang JAwa yaitu RS, ST, SR, HN, SLM, END, TSM, MJ, TJ, dan BR.

Ketika dikonfirmasi Metro Sumatera, Ketua RT 09 Kelurahan Talang Jawa Susmanto mengakui telah membagikan uang dengan masyarakat sebanyak 35 orang dengan nominal Rp50 ribu perorang. “Saya cuma membagikan saja ke masyarakat,” ujarnya.

Ia bahkan berjanji tidak akan membagikan uang lagi dan akan menarik lagi uang yang telah dibagikan ke masyarakat RT 09.
Sementara masyarakat Bidung Langit Kemelak RT 04, salah satu timses sehabis mahgrib membagikan uang juga ke masyarakat setempat yang salah satu nya yg menerima uang saudara IM.

Dikatakan dia, saat itu dirinya didatangi RT 04 dan mengasih uang sebesar 50 ribu. “Uang tersebut diterima dari salah satu dari timses Cabub OKU,” ungkapnya.

Sebenarnya, IM menginginkan pesta demokrasi di OKU jujur dan adil (Jurdil). “Tegakkanlah hukum demokrasi di OKU sejujurnya dan seadil-adilnya. Janganlah dikotori oleh money politik Pilkada ini,” tegasnya.

Tidak lama berselang waktu datang lagi masyarakat memberi keterangan ke awak media telah terjadi lagi di Desa Batu Kuning Kecamatan Baturaja Barat. Pembagian uang dari salah satu calon memberikan uang ke Ketua KPPS sebesar Rp300 ribu, anggota KPPS dan Linmas di beri uang Rp100 rbu sebagai uang bonus kerja. Beda dari gaji KPPS atau PPS. Yang mengaku mendapat bonus tersebut HG, DF, dan BK.

Untuk itu warga berharap Pemilukada di OKU dapat sportif demokratis dan tidak ada kecurangan. “Banyak masyarakat kecewa dengan adanya money politik yang masih terjadi di OKU. Dan berharap penegak hukum dari Polri menindak lanjuti adanya kecurangan juga ke pihak Bawaslu untuk memantau dan mengawal Pilkada di OKU,” ujar warga yang namanya minta tidak ditulis dimedia. (andre)

News Feed