oleh

Jadikan Sereh Wangi Bahan Baku Industri Hilir

LUBUKLINGGAU, MS – Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe melakukan panen tanaman sereh wangi di Kelurahan Batu Urip Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Senin (25/03/2019). Panen ini merupakan yang pertama kali dilakukan sejak ditanam pada 3 Agustus 2018 lalu.

Perkebunan yang dikembangkan PT Nansuko Linggau Bisa ini memiliki luas 48 hektar. Setidaknya 40 hektar dari total tersebut telah ditanami sereh wangi dan siap dipanen.

Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe bercita-cita menjadikan sereh wangi sebagai produk ekspor asli Lubuklinggau. Bahkan, julukan sebagai Kota Sereh Wangi diharapkan dapat terwujud. Menurutnya, kebun ini hadir sebagai solusi bagi petani karet yang mengalami keterpurukan akibat anjloknya harga komoditi karet beberapa tahun terakhir.

“Jadi ini sebagai pengalihan dari tanaman karet jadi sereh wangi. Kita juga bukan hanya menanam, tapi juga membangun pabrik untuk penyulingan, yang saat ini sudah bisa menghasilkan minyak,” jelasnya.

Saat ini, minyak sereh wangi yang dihasilkan dari penyulingan ini dijual Rp 350 ribu perliter. Ke depan, dinas terkait akan membuat industri hilir dan menggelar pelatihan untuk menyulap sereh wangi menjadi sabun atau produk lain.

Manajer PT Nansuko Linggau Bisa, Karim Antoni mengatakan, perusahaan membangun perkebunan untuk dikelola oleh masyarakat. Saat ini, perkebunan ini dikelola oleh 50 orang petani.

“Artinya ini sudah mampu membantu pendapatan 50 keluarga yang ada di Lubuklinggau dengan sistem bagi hasil,” katanya.

Ia pun mengimbau warga yang memiliki lahan tidur untuk bekerja sama dengan pihaknya untuk ditanami sereh wangi.

“Karena saat ini sudah ada 15 hektar lahan di perbatasan Lubuklinggau-Bengkulu yang diajukan untuk kerja sama. Ke depan juga Lubuklinggau menjadi salah satu kota tujuan tempat belajar penanaman sereh wangi,” katanya.(dhia)

News Feed