oleh

Kader Perindo Lubuklinggau Ikuti TOT-LKD

LUBUKLINGGAU, MS – Sedikitnya, 43 orang kader Partai Perindo Kota Lubuklinggau antusias mengikuti TOT dan LKD yang diselenggarakan DPC Partai Perindo Kota Lubuklinggau, di Burza Hotel Lubuklinggau, Minggu (7/5/2017). Kader-kader militan yang mengikuti TOT dan LKD ini dipersiapkan dan diproyeksikan untuk mengisi kursi DPRD Kota Lubuklinggau pada Pileg 2019 mendatang.

Ketua DPC Perindo Lubuklinggau, Welmi Syam mengatakan‎ jumlah kader yang mengikuti TOT dan LKD sebanyak   43 orang, jika dibandingkan dengan jumlah kursi DPRD yang hanya 30 orang sudah lebih dari cukup. “Kursi DPRD kita ‎30 kursi,  kita sudah cukup dengan 43 orang kader yang militan ini, dan ‎40 persen keterwakilan perempuan di TOT dan LKD ini, “ujar Welmi.

Dihadapan peserta TOT dan LKD, Welmi menekanan agar kader Partai Perindo Lubuklinggau siap dan kuat menjadi seorang politisi, dimana politisi tersebut ‎harus  perlu nyali,keberanian, bahkan‎ politisi harus tahu dan mampu menentukan siapa kawan siapa lawan,serta menjaga idealisme.

“‎Setelah menjadi anggota dewan nanti jangan mempermalukan Perindo,jaga idealisme. ‎ Pada 2018 dan 2019 merupakan tahun politis, dan kita sangat diperhitungkan di Kota Lubuklinggau, bertahun-tahun baju kuning terus jadi ketua DPRD,sekali kali kita yang ganti,”tegas Welmi.

Sedangkan,‎ Ketua DPW Partai Perindo Provinsi Sumatera Selatan, Febuar Rahman, menyampaikan TOT dan LKD ini merupakan konskuensi  sebagai partai baru yang  terus menerus harus melakukan pengkaderan,karena partai ini dibentuk bukan untuk sesaat namun berdiri selama adanya NKRI. “Saya harapkan para peseta dapat mengikuti dengan baik karena ini penting untuk kehidupan partai Perindo,”u jarnya.

Sementara itu, ‎Wakil Sekjen Bidang Kader DPP Partai Perindo, Hilal Ramadhan, ‎mengatakan TOT dan LKD merupakan awal bertumbuhnya ide dan gagasan para kader untuk membesarkan partai Perindo khususnya di Kota Lubuklinggau, dimana ‎sejak berdirinya partai, ketua Umum, HT menyatakan dengan tegas merupakan bahwa Perindo sebagai partai kader dan partai massa yang dikelola secara modern.

“Konsekuensi sebagai partai kader maka harus dilakukan pengkaderan di seluruh lini partai, ‎kita ada kebanggaan ketika kita melepaskan kader kita untuk sesuatu ditempat lain. Nah, kita sendiri telah mengerjakan TOT dan LKD di 26 Provinsi se Indonesia,” ungkapnya.

Dengan demikian, sebagai  partai kader,  suka atau tida suka mau atau tidak mau Perindo harus melakukan kaderisiasi, karena partai tidak mau hanya sekedar hadir di masyarakat namun harus hadir dan berarti untuk kemajuan negeri. “Kita bukan mau omong kosong,bukan jualan kecap tapi kita ingin benar-benarkan mewujudkan Indonesia Sejahtera,” ujarnya.

Ditegaskannya, bahwa dalam proses  Kaderisasi ini akan ditanamkan wawasan kebangsaan, wawasan kepartaian, wawasan ideologi partai,wawasan ke-HTan , ke-HT an  bukan materi kultus bukan untuk mendewa-dewakan ketua umum, tapi untuk memahami pemikiran-pemikiran ketua umum, cita-cita ketua umum.

“Sudah 70 tahun kita merdeka tapi cita-cita kemerdekaan belum terwujud. mudah-mudahan apa yang menjadi cita-cita ketua umum menjadi cita-cita kita bersama yaitu Indonesia Sejahtera,” pungkasnya. (Dhiae)

News Feed