You are here
Kades Tajung Raya : Warga Pertanyakan Proposal Pembangunan Jalan dan Rehab Masjid HEADLINE POLITIK & PEMERINTAHAN 

Kades Tajung Raya : Warga Pertanyakan Proposal Pembangunan Jalan dan Rehab Masjid

MUSI BANYUASIN, MS – Puluhan warga Desa Tanjung Raya Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mempertanyakan pengajuan proposal pembangunan jalan dan rehab masjid. Hal ini diungkapkan Kepala Desa (Kades) Tajung Raya Sulaiman Hamid SH, Sabtu (29/12/2018).

Menurut Sulaiman bahwa proposal pengajuan pembangunan jalan dan rehab masjid di Desa Tanjung Raya itu sudah pernah dibahas ketika Musrenbang ditingkat kecamatan. Bahkan, proposal itu telah ditandatangani langsung oleh Bupati Musi Banyuasin saat berkunjung ke Tanjung raya beberapa bulan lalu.Namun, herannya anggaran tahun 2019 ini tidak ada direalisasi.

“Selaku Kades Tanjung raya, saya bersama perangkat desa sudah mendatang dinas dan instansi terkait proposal tersebut. Bahkan DPRD Muba juga sudah saya datangi. Namun jawaban DPRD Muba, itu kelalaian kami (DPRD, red) lupa membahasnya saat pengesahan anggaran. Mereka menjawab seperti itu, tetapi saya terus ditanyai oleh warga terkait proposal pembangunan. Dan selaku kades saya merasa miliki beban moral yang sangat berat terhadap warga,” katanya sambil meniru ucapan anggota DPRD Muba.

Lebih lanjut Sulaiman juga mempertanyakan DPRD Muba diduga tidak menggubris proposal atau usulan dari desanya. Sehingga lupa dan tidak dibahas pada rapat pengesahan APBD Kabupaten Muba. Padahal itu adalah aspirasi dari rakyat.

“Pengajuan atau proposal itukan aspirasi dari rakyat melalui Kades, kenapa kok bisa sampai lupa dibahas. Ini menjadi pertanyaan saya selaku kades. Apalagi proposal itu terdapat dua hal yaitu untuk rehab fisik masjid dan pembangunan jalan desa. Padahal setahu saya, saat pengesahan R-APBD juga disertai dengan pertimbangan dan faktor-faktor lainya. Seperti peningkatan sumber daya manusia, pengurangan angka kemiskinan dan kesenjangan sosial, dan peningkatan produktivitas sektor daerah sebagai pedoman dalam penyusunan APBD pada setiap tahun anggaran,” jelasnya.

Sementara AR (40) warga desa bersama SM (44) salah satu anggota LPM Tanjung Raya ketika dibincangi wartawan media ini menyayangkan bila rehab bangunan masjid dan jalan tidak di realisiasi oleh Pemkab Muba, dengan alasan anggaran tidak cair. Padahal proposal pembangunan tersebut telah diajukan oleh desa pada pemkab.

“Kami selaku warga desa Tanjung raya merasa kecewa apabila pembangunan didesa ini terlambat. Karena tidak disahkannya anggaran untuk pembangunan jalan desa dan renovasi atau perbaikan atap masjid yang telah rapuh dimakan usia yang sifatnya mendesak. Dan kami sangat berharap proposal yang diajukan itu bisa segera terealisiasi. Karena proposal itu sudah lama diajukan pada Pemkab, kalau tidak salah sekitar bulan Februari 2018. Sementara sekarang ini sudah di ujung tahun 2018,” ungkapnya.

Selanjutnya AR dan SM juga menambahkan, bahwa upaya yang dilakukan oleh Sulaiman selaku kades Tanjung Raya dalam membangun desanya sudah cukup maksimal.

“Sayang usaha Kades memperjuangankan pembangunan untuk warganya tidak didukung oleh pihak pemerintah dan perangkatnya. Sementara upaya pak kades ini sudah lumayan dalam menggalakan pembangunan didesa ini,” tegasnya. (sba)

Related posts

Leave a Comment