oleh

Kampanye Hitam, Akun Akan di Hack

LUBUKLINGGAU, MS – Pelaksanaan pelatihan terhadap 35 personel Polres Lubuklinggau bersama dengan tim cyber Bareskrim Mabes Polri selama dua hari telah selesai. Pelatihan berlangsung di aula Mapolres Lubuklinggau beberapa hari lalu mulai Senin dan Selasa.

“Kami melihat bahwa ada potensi kerawanan dalam pelaksanaan kegiatan pilkada yang akan kita hadapi, utamanya adalah pada saat pelaksanaan kegiatan kampanye,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar.

Menurutnya, semakin meningkatnya teknologi, maka kampanye tidak hanya dilakukan melalui dialogis maupun monologis. Sebab ada juga kegiatan-kegiatan kampanye yang dilakukan dengan menggunakan sarana IT baik itu melalui facebook, twitter, WA, instagram dan lain sebagainya.

“Aturan KPU menyatakan bahwa tim sukses yang akan melaksanakan kegiatan kampanye melalui medsos itu harus melaporkan secara resmi akun mana yang akan digunakan,” jelasnya.

Selain itu, Sunandar menambahkan, tidak menutup kemungkinan adapula akun-akun lain yang akan digunakan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab untuk menebar ujaran kebencian, bohong (hoax), fitnah, SARA dan lain sebagainya. “Ini yang akan kita antisipasi,” bebernya.

Dan pihaknya mengaku telah melakukan pelatihan selama dua hari dari pagi sampai sore dengan mendatangkan tim dari cyber Bareskrim. “Kita undang kesini untuk memberikan pelatihan kepada seluruh anggota. Ada 35 personel yang dilatih untuk memilliki keahlian ini,” terangnya.

Lebih lanjut mengenai itu, kemudian diharapkan bisa digunakan untuk mengawal pelaksanaan kegiatan kampanye lewat medsos. Sebab pihaknya ingin agar kampanye lewat medsos tetap didalam pengawasan tim. Yang mana tim tersebut akan melakukan patroli cyber untuk melihat apakah ada penggunaan-penggunaan akun membahayakan.

“Ini akan kita lakukan upaya-upaya mulai dari proses penyelidikan bahkan mungkin penyidikan,” ungkapnya.

Kata Sunandar, paling sederhana yang dilakukan pihaknya yakni melakukan adblock atau hack nomor tersebut. Itu dilakukan agar akan tersebut tidak bisa lagi digunakan dengan adanya cyber troop yang telah dibentuk oleh pihaknya melakukan pengawasan atau patroli.

“Kita akan lakukan penyidikan, kalau menggunakan akun resmi kita kenakan undang-undang pemilu. Tapi kalau akun yang tidak resmi, berarti kita kenakan UU ITE,” tegasnya.

Kemudian, tim patroli cyber akan bertugas mengawasi akun dan aktvitas medsos selama 24 jam. Dan tim tersebut nantinya akan secara bergantian untuk melakukan patroli. “Nanti kita bentuk timnya secara bergantian untuk melakukan patroli,” ungkapnya.

Sementara itu, mengenai tekhnis nantinya untuk mengumpulkan tim sukses (Timses) yang memanfaatkan medsos sebagai media kampanye guna pendataan akun, pihak Polres akan berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selanjutnya pihak KPU yang akan menyerahkan data ke Polres Lubuklinggau, akun-akun resmi mana yang dipakai timses.

“Nah ini yang akan kita awasi. Kemudian akun-akun yang tidak resmi juga akan kita awasi. Jika ada pelanggaran berarti kita akan lakukan proses penyelidikan dan penyidikan,” pungkasnya. (dhiae)

News Feed