You are here
Lebak Mulyo Disulap Menjadi Kampung Jaga dan Siaga Covid-19 DAERAH HEADLINE 

Lebak Mulyo Disulap Menjadi Kampung Jaga dan Siaga Covid-19

PALEMBANG, MS – Penyakit Corona Virus Disease (Covid 19) menjadi momok yang menakutkan diseluruh pelosok dunia. Namun, untuk menghilangkan rasa itu, masyarakat Jalan Lebak Mulyo, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang mengusulkan ke pemerintah setempat agar daerah mereka dijadikan Kampung Tangkal Covid 19. Secara bergotong royong warga RT 03 dan RT 04 membuat sarana edukasi agar masyarakat disiplin dalam penerapan protokol kesehatan, yakni dengan lukisan mural.

Alhasil, ketika memasuki kampung di tengah kota Palembang itu, siapa saja akan disambut penataan lingkungan yang asri sekaligus penuh edukasi. Marka jalan di sepanjang lorong dihiasi dengan lukisan motif songket, adapula zebra cross 3D yang unik, mural pada tembok-tembok bangunan berisi ajakan menerapkan protokol kesehatan, serta mural hiburan.

Tidak hanya menampilkan berbagai lukisan mural, spanduk informasi sebagai sarana sosialisasi mengenai waspada covid-19 juga ditempatkan di sejumlah titik. Bahkan, disediakan fasilitas tempat cuci tangan serta pojok WiFi untuk kegiatan belajar daring selama pandemi.

Ketua RT 03 Lebak Mulyo, Kelurahan 20 Ilir Kecamatan Kemuning, Kota Palembang, Mulyono merasa banga wilayah tempat tinggalnya sebagai Kampung Pujangga Sivid.

“Pujangga Sivid itu singkatan dari Kampung Jaga dan Siaga Covid-19,” ujar Mulyono.

Dikatakan dia, usulan pembuatan kampung jaga dan siaga Covid-19 ini berawal dari keingginan masyarakatnya untuk mencegah dan memperbaiki kampung Lebak Mulyo.

“Ya, sumbangan dari masyarakat dan kelurahan membuat suasana Lebk Mulyo berubah menjadi indah ditengah Pandemi ini,” ungkapnya.
Selama pandemi, ia bersama warga RT 04 dan RT 03 lainnya memang saling mengingatkan untuk menjaga kebersihan dan tidak longgar protokol kesehatan. Terbukti sampai kemarin belum ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kami mulai gotong royong menghias kampung sejak Agustus lalu, semua warga antusias, termasuk saya dan keluarga. Hal positifnya, semua warga bisa tetap silaturahmi meskipun masih dalam masa pandemi,” tuturnya.

Untuk membuat lukisan itu sendiri, dirinya bersama masyarakat dan pihak kelurahan dan kecamatan saling sumbang dana agar terlaksana lukisan yang indah ditembok rumah. “Dana sudah terkumpul secara bertahap dikerjakan lukisannya,” pungkasnya.
Bahkan, tidak sedikit dana untuk membuat lukisan satu babak tembok saja. “Satu meternya bisa menelan dana ratusan ribu rupiah.

Namun, yang buat lukisan masih warga Lebak Mulyo jadi biayanya tidak terlalu mahal,” imbuhnya.

Saat ini, menurut Mulyono, masyarakat diluar wilayah Lebak Mulyo banyak sekali numpang berfoto. “Alhamdulillah banyak juga yang datang untuk melihat perkampungan jaga dan siaga Covid-19 di wilayah Lebak Mulyo,” pungkasnya.

Sementara warga lain, Ian mengatakan, gagasan awal untuk menghias kampung sebagai kampung tangkal Covid-19 tidak sepenuhnya diterima warga. Tapi karena didukung dari pihak kecamatan dan hal positif cukup banyak akan didapatkan, maka warga mau aktif membantu bersama. Jadilah tembok bangunan rumah jadi kanvas raksasa dan kampungnya menjadi cindo.

“Saya yang melukis mural, warga membantu dengan mengecat pagar dan marka jalan, ada yang menghias kampung dengan pot bunga, termasuk penerangan karena kami kerjakan malam hari. Adapun kaum ibu menyiapkan makanan dan minuman,” ungkapnya.

Ia memastikan, upaya ‘menghidupkan’ kampung masih akan terus dilakukan, terutama untuk menghias fasilitas umum seperti lapangan olahraga dan pelatihan keterampilan membuat pot daur ulang. “Kami siap saja kalau jadi destinasi wisata karena banyak spot foto di sini. Segera kami bicarakan ke pihak kelurahan dan kecamatan, mungkin butuh disiapkan fasilitas kotak sampah umum di beberapa titik,” kata dia. (novas riady)

Related posts

Leave a Comment