oleh

Masyarakat Kesulitan Dapatkan Gas Elpiji 3 Kg

PAGARALAM, MS – Masyarakat khususnya Kota Pagar Alam sejak beberapa hari terakhir mengeluhkan kesulitan mendapatkan bahan bakar gas elpiji subsidi ukuran 3 Kg diwarung warung.

Rianti (34), warga Demporeokan mengatakan, kelangkaan stok gas 3 Kg di pangkalan dan agen membuat dirinya selaku ibu rumah tangga kebingungan untuk memasak. “Ya, karena sehari hari saya memasak menggunakan gas 3 Kg jadi kalau habis ya terpaksa beli makanan,” ungkapnya.

Ia mengakui, hampir seluruh warung dan pangkalan elpiji di Demporeokan dan belakang pu, yang selama ini menjual gas 3 Kg tidak memiliki stok. “Semua tabung gas yang mereka jejer di warung dalam keadaan kosong,” pungkasnya.

Untuk itu, ia mengharapkan kedepannya supaya gas elpiji ini tidak sulit lagi untuk didapatkan sebagaimana yang keperluan rumah tangga. “Mudah-mudahan gas 3 Kg mudah didapat kembali,” harapnya.

Salah satu Pemilik warung Rusmiyati (40) Simpang Belakang Pu mengaku sudah hampir dua hari ini gas 3 Kg kosong. “Biasanya kita langsung diantar kurang lebih 60 tabung gas 3 kg mungkin karena stoknya belum sampai,” ucapnya, Selasa (21/09/2021).

Menyikapi hal tersebut, Kepala Seksi (Kasi) Disperindag, perlindungan dan konsumen Weli saat dikonfirmasi melalui whatsapp mengatakan gas 3 Kg untuk Kota Pagar Alam terkendala dilapangan. “Kemungkinan dilapangan kadang masalah transportasi, mobil yang membawa tabung gas biasanya sampai hari Senin sore langsung membongkar dilakukan hari Selasa,” ucapnya.

Untuk harga gas itu sendiri, dikatakan dia saat ini masih normal. “Dari agenpun harganya stabil,” ungkapnya.

Selain itu, untuk mengatasi kelangkaan gas 3 kg dan menekan harganya sesuai HET ditetapkan Pemkot sebesar Rp 20.000/tabung, Disperindag, merencanakan menggelar operasi pasar (OP) gas 3 kg di daerah ini.

“Jika gas subsidi 3 kg memang benar-benar langka di Kota Pagar Alam, kita akan menggelar operasi pasar bahan bakar tersebut. Dalam OP nanti warga atau satu keluarga hanya dibolehkan beli satu tabung,” tegasnya.

Weli menambahkan, dalam beberapa kesempatan sosialisasi pihaknya sudah menegaskan gas 3 Kg ke diperuntukan bagi rumah tangga miskin bukan untuk orang kaya.

Disisi lain Metrosumatera sempat mewawancarai melalui telepon ke salah satu agen gas elpiji 3 Kg Feri (48) beralamatkan dijalan Lingkar Timur, Simpang Manak Pagar Alam Selatan, Kota Pagar Alam Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel). Dikatakan dia, menanggapi masalah gas elpiji 3 Kg sebenarnya tidak ada kendala bahkan setiap hari mengambil langsung ke Pertamina 2 mobil bahkan tiga mobil dalam sehari.

“Ya, saat ini ada peningkatan pemakaian karena banyak yang melakukan persedekahan. Sehingga kebutuhan tersebut cepat habis,” ungkapnya.

Feri berharap kepada penjual dipangkalan kalau bisa menjual ke lingkungan sekitar sehingga stok kebutuhan warga sekitar selalu mencukupi. (len)

News Feed