oleh

Oknum Kades Tanjungbaru AY Diduga Menelantarkan Keluarga, Hingga Anak Meninggal Dunia

Indralaya, MS – Inisial SS (30), warga Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, tak pernah membayangkan bahwa nasib rumah tangga yang dibinanya bersama AY (31), Kepala Desa (Kades) Tanjung Baru Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muara Enim, saat ini sedang berada di ujung tanduk.

Betapa tidak, rumah tangga yang mereka jalani baru berusia 1 tahun 5 bulan. Yang membuat SS nestapa, anak semata wayang mereka yang baru berusia delapan bulan meninggal dunia lantaran tidak mendapatkan perhatian dari sang ayah yang hanya mempedulikan tugasnya sebagai seorang oknum kades. Diduga oknum kades tersebut menelantarkan keluarganya

“Memang anak kami menderita sakit sejak awal bulan januari 2022 dan Dokter memvonis anak kami terkena TB Paru kronis, dan harus dibantu alat pernapasan untuk bernapas. Selama dirawat, jarang suami saya membantu menjaga anaknya di rumah sakit,” kata SS sedih kepada pewarta di rumahnya, Minggu (5/6).

Tak hanya menjaga sang anak yang sedang sakit, menurut SS , sang suami pun kurang mencukupi biaya perawatan dan juga uang nafkah sehari-hari kurang untuk dirinya , anak serta adik dari AY yang menjadi tanggungan mereka. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, SS terpaksa harus meminjam uang ke orang tua kandungnya. Ditambah lagi, ulah sang suami yang sering “main cewek” atau selingkuh menambah sakit hatinya selama berumah tangga dengan AY.

“Maka dari itu, saya sudah mantap ingin bercerai dengan dia. AY itu tidak perduli dengan keluarga. Gugatan cerai sudah saya sampaikan ke Pengadilan Agama Kayuagung pada bulan Mei 22 lalu. Besok, agendanya sidang mediasi,” lanjut SS sembari berlinangan air mata.

Bahkan menurutnya, sang suami juga masih banyak hutang kepada keluarganya mulai dari emas kawin 1,5 suku yang hingga kini tak kunjung dibayar, emas 2 suku milik kakak kandung SS dan uang Rp4 juta milik ibunya SS belum dikembalikan dan digunakan untuk membiayai kebutuhan sehari hari.

Tidak hanya itu AY dengan tega meminjam uang tabungan anaknya sebesar Rp 600 rb yang katanya mau di ganti 2x lipat namun kenyataan uang tersebut sampai sekarang belum dikembalikan. Uang tersebut digunakan untuk transportasi ke desanya Tanjung Baru.

“Saya tidak sudi lagi menjalin rumah tangga dengan AY terlalu banyak sakitsaya, siksaan batin yang di berikan AY kepada dirinya sangat kejam. Naudzubillah Minzalik, saya hanya ingin bercerai dan fokus mencari pekerjaan baru serta menata masa depan saya pribadi,”ujarnya sambil terharu.

Sementara itu Oknum Kades Tanjung Baru Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muaraenim AY yang sempat dihubungi membantah keras tuduhan dituduhan yang dilontarkan sang istri.

“Saya itu kemarin masih kasih uang buat dia, ada yang Rp 500 kemudian Rp800ribu, ada Rp2,5juta untuk nafkah dan beli baju u lebaran idul fitri. Saya cari uang untuk anak istri. Tidak ada selingkuh, saya setia, soal anak saya urusilah walaupun saya juga kerja sebagai kades. Ini rumah tangga kami, tolong hargai mohon doanya agar kami tetap bersama, langgeng, janganlah buat begini. Yang jelas saya ingin mempertahankan rumah tangga ini. Soal hutang piutang pasti dibayar, biasalah hutang piutang itu,”katanya. (AL)

News Feed