You are here
Oknum Polisi Tembak Satu Keluarga, 1 Tewas, 5 Kritis HEADLINE KRIMINAL 

Oknum Polisi Tembak Satu Keluarga, 1 Tewas, 5 Kritis

LUBUKLINGGAU, MS – Sungguh miris dialami satu keluarga yang mengendendari mobil Honda City warna hitam nopol BG 1488 ON diberondong polisi di jalan HM Soeharto,Kelurahan Simpang Periuk,Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Selasa (18/4/2017) sekitar pukul 11.30 WIB.

Peristiwa yang menyebabkan satu korban tewas dan lima korban kritis ini hingga saat ini belum jelas motif yang sesungguhnya, namun dari peristiwa ini satu dari tujuh orang didalam mobil tewas ditempat.

Keenam korban yakni, korban tewas, Surini (50), tertembak bagian paha kiri satu lobang, luka tembak diperut sebelah kiri, dan 3 luka tembak dibagian bawah payudara sebelah kanan.

Kemudian, Indra (35), tertembak dibagian tangan kiri tembus, Lalu Gatot Sundari (29) mengalami luka tembak bagian pungung. Terus, Novianti (3,1), luka tembak lengan sebelah kanan, Genta Wicaksono (3), anak-anak luka dikepala diatas telinga sebelah kiri dan Dewi Arlina (3,9), luka tembak bagian lengan lengan sebelah kiri tembus.
Sementara, Galih (6) yang diperkirakan duduk kursi sebelah sopir tidak mengalami luka tembak,namun mengalami trauma.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan, polisi dari Polres Lubuklinggau dan Polsek Lubuklinggau Timur kejar-kejaran dengan honda City yang dikendarai Diki (29) warga Kecamatan Blitar,Kabupaten Rejang Lebong,Provinsi Bengkulu yang informasinya menerobos polisi yang sedang razia di jalan lingkar selatan.

Kemudian polisi melakukan pengejaran terhadap mobil honda City tersebut, setiba di jalan HM Soeharto tepatnya disamping bank Mandiri unit Simpang Priuk mobil Honda City ini berhasil dipepet polisi dari samping kanan mobil, kemudian polisi memberondong mobil tersebut dari dalam mobil.

Berdasarkan keterangan IQ (25) saksi mata yang menyaksikan aksi koboy sang aparat tersebut menerangan warga setempat sempat mendengar suara tembakan sebanyak empat kali saat mobil jenis fatwal berhasi memepet mobil tersebut. Polisi menembaki mobil honda City tersebut dari dalam mobil.

“Mobil yang ditembak itu sudah digiring polisi  dari jalan depan penjahit setia digiring mobil fatwal. Mobil itu berenti disamping bank mandiri, mobil itu dipepet oleh polisi, nah ditembak dari samping kanan dari dalam mobil polisi nembaknya,” terangnya.

Menurut IQ, tembakan polisi tersebut mengenai enam penumpang didalam mobil, satu diantaranya meninggal ditempat kejadian dan langsung dilarikan kerumah sakit Siti Aisyah dan RSUD Sobirin Mura di Lubuklinggau.

“Kalau yang saya liat tadi, dibagian depan ada tiga orang, satu sopir, satu kakek-kakek, satu anak-anak, kemudian dikursi belakang sopir ada empat orang, dua ibu-ibu, satu bapak parubaya, satu anak-anak, nah yang kena tembak itu kebanyakan yang dibelakang,jadi yang didalam mobil itu ada tujuh orang,” katanya.

Dikatakannya, mobil honda City tersebut langsung diamankan petugas, dan body mobil terdapat sejumlah lobang bekas peluru tembakan polisi.

Kemudian, berdasarkan data yang diperoleh dari sumber terpercaya, berondongan polisi ini menyebabkan enam warga sipil didalam mobil terkena peluru.

Pantauan dilapangan, pasca kejadian polisi berjaga ketat di rumah sakit Siti Aisyah Lubuklinggau dan rumah sakit dr Sobirin Mura di Lubuklinggau,bahkan awak media tidak diperbolehkan dan diusir saat hendak mengambil gambar korban di rumah sakit Sobirin.

Terlihat Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Andi Kumaramengecek korban di kedua rumah sakit tersebut. Namun, ia enggan memberikan keterangan lebih lanjut soal peristiwa ini.

“Biar tidak simpang siur satu corong saja kita tunggu Kapolres pulang dari Palembang sekarang dalam perjalanan,” kata Wakapolres singkat di rumah sakit Sobirin.

Purwanto (50), salah satu keluarga korban, menerangkan mendapat informasi dari telepon oleh pihak rumah sakit,namun hanya diberitahu kalau keluarganya mengalami kecelakaan.

“Saya dapat telepon tidak tahu kejadiannya kayak ini, saya taunya kecelakaan karena dikasih taunya kecelakaan, Surini yang meninggal ini adik dari istri saya pak, mereka sekeluarga ini mau ke Muara Beliti (Musi Rawas) mau kondangan,” jelas Purwanto.

Purwanto sangat menyayangkan kejadian ini karena keluarganya yang menjadi korban hanya ingin pergi ke Muara Beliti menghadiri sedekahan.

“Kalu kata yang selamat katanya mereka hanya menerobos, tidak tahu menerobos apa, apa lampu merah atau razia belum tahu,” tuturnya didepan ruang jenazah rumah sakit Siti Aisyah Lubuklinggau. (Dhiae)

Related posts

Leave a Comment