oleh

PDAM Mati, Warga Mandi Pakai Galon

LUBUKLINGGAU, MS – Dua hari terakhir masyarakat yang tinggal di Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat I mengeluhkan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap yang mati secara tiba-tiba.

Tidak ada hujan dan tidak ada musim kemarau, namun layanan PDAM yang selalu diharapkan warga untuk melakukan aktivitas seperti mandi, mencuci dan masak ‎ malah tidak mengalir. Hal itu jelas membuat warga sangat kesal. Karena semua aktivitas mereka bergantung pada air PDAM tersebut.

Parahnya tidak ada pemberitahuan jika suplai air PDAM Tirta Bukit Sulap akan mati sementara. Akibatnya warga yang tidak mempunyai sumur terpaksa membeli air galon yang harganya Rp 5 ribu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sudah dua Minggu ini mati. Tapi kadang malam pukul 01.00 WIB- 03.00 WIB dinihari hidup tapi tekanannya sangat kecil mengalir kerumah. Jadi sekarang kami sengsara sekarang,” kata Lis warga setempat, Selasa (1/8/2017).

Padahal warga yang berlangganan PDAM setiap bulannya rajin membayar. Bahkan, apabila telat sedikit membayar, petugas dari PDAM langsung datang menagih kerumah-rumah warga. “Harusnya pemerintah kota jangan hanya memikirkan keuntungan saja. Ini kelihatannya sepele tapi sangat berdampak pada masyarakat. ‎Bahkan ditempat orang tua saya diwilayah Nikan air PDAM tidak mengalir sama sekali. Memang kacau PDAM ini,” ucapnya ketus.

Sementara Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap, Ratna Mahmud, melaui Kepala Bagian Tehnik Hadi purwanto menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat kota Lubuklinggau. Menurutnya tidak mengalirnya aliran PDAM disejumlah wilayah kota Lubuklinggau saat ini disebabkan karena turunnya debit air yang ada di penampungan. “Pasca rusaknya intik kemaren dan dipaksakan. Sekarang timbul masalah baru yaitu kekurangan debit. Paling tidak membutuhkan tekanan 250 -300 dengan posisi mantap baru ‎ kota Lubuklinggau teraliri semua,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya berencana akan memasang satu lagi pompa air dan akan menguras lumpur supaya debit menjadi normal lagi. Rencananya pemasangan pompa baru tersebut akan dilakukan dalam satu atau minggu ini.  “Harapannya cepat selesai. Apalagi pelanggan saat ini sudah banyak yang komplain, termasuk yang diwilayah Nikan setelah di cek ternyata ada gangguan di jembatan pipa, tapi alhamdulillah sudah selesai, intinya kami mohon maaf dengan adanya gangguan ini,” ujarnya. (dhiae)

News Feed