oleh

Pemkot dan DPRD Diminta Jangan Tutup Mata

*Saksi Orangnya, Tutup Hotelnya

LUBUKLINGGAU, MS – Tindakan management hotel yang memaksa karyawatinya membuka jilbab terus berbuntut panjang.

Kecaman demi kecaman terus saja dilontarkan sejumlah lembaga keagamaan. Bila sebelumnya Ketua DMI Kota Lubuklinggau, Yani Rizal angkat bicara kini giliran Ketua III (Bidang Dakwah) MUI Lubuklinggau, KH Moch Atiq Fahmi keluarkan statement pedas.

Pimpinan Ponpes Ar-Risalah Lubuklinggau ini menegaskan setiap lembaga atau perusahaan apapun tidak boleh memaksa pekerjanya melepas jilbab. Bagi perusahaan yang melakukan,
berarti telah menentang pancasila terutama sila pertama dan ketiga.

“Perusahaan yang memaksa pekerjanya membuka jilbab, telah merusak rasa persatuan, menimbulkan keresahan masyarakat. Tindakan itu juga merusak hubungan seseorang dengan tuhannya sekaligus intoleransi terhadap aturan agama tertentu,” terang dia.

Untuk Itu, Tokoh Da’i Muda dan Forum Pesantren Lubuklinggau, mendesak Pemkot Lubuklinggau bertindak tegas dalam menyikapi permasalahan ini .

“Beri sanksi oknumnya, tutup hotelnya. Sebab tindakan ini berpotensi menimbulkan keresahaan,” tegas dia.

Masih kata KH Atiq Fahmi, umat Islam khususnya di Lubuklinggau tidak pernah memaksa ibadah non-muslim dengan mengikuti orang Islam. Terlebih, Lubuklinggau tidak pernah terjadi konflik agama.

“Tapi umat agama lain sering memancing keributan dengan umat Islam, ini sudah kesekian kalinya. Saya minta pekerja yang dipaksa buka jilbab melapor dan bersaksi atas tindakan managemen hotel itu. Kita pun feeling mencari tahu modus dan motivasi perusahaan seperti ini,” tutup KH Atiq Fahmi.(dhia)

News Feed