Pagar Alam, Metrosumatera.com – Pemerintah Kota Pagar Alam mendadak mengubah rute gerak jalan, karnaval, dan pawai dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Despora Kota Pagar Alam Yudi, Kamis /31/07/2025/.
Ia mengakui adanya perubahan rute gerak jalan, karnaval, dan pawai pada tahun ini. Dimana, titika awal kumpul dilapangan Merdeka Alun-alun Utara.
“Nantinya tingkat SD/MI ditanggal 11 Agustus. Lalu dilanjutkan pada 12 Agustus SMP/MTs, dan 13 Agustus SMA/SMK/MAN di susul keesokan harinya tingkat Dinas/Instansi dan umum bergerak baris berbaris nantinya menuju simpang langgar tengah, lalu belok kanan, menuju simpang empat pasar tepatnya depan pos polisi setelah itu barulah dimulainya star di depan Panggung Kehormatan. Lalu peserta gerak jalan menuju simpang ali topan belok kanan lalu belok kiri menuju jalan gunung, hingga nantinya kembali berbelok lagi ke kiri di depan masjid darusalam setelah berbelok lagi ke kanan menju finis terminal,” jelasnya.
Mengenai alasan masalah rute berubah sedikit panjang di tahun ini, tentunya pemerintah juga memikirkan pelaku UMKM supaya hidup sehingga pedagang nantinya di harapkan ramai lancar pembeli dari penonton yang menyaksikan kegiatan Hut Ke-80 RI.
“Itulah sebabnya kenapa Pemerintah Kota Pagar Alam merubah rute tahun ini,” ungkap Kadin Despora di dampingi Ketua Panitia Penyelengara Karnaval HUT ke-79 RI Seri.
Sementara Rianti (37) warga Pagar Alam Utara mengaku bingung dengan kegiatan Hut RI Ke-80 tahun ini.
“Ya informasinya akan diadakan di Gunung Gare, setelah itu Pemerintah Kota Pagar Alam melalui postingan laman facebook Dinas Pemuda dan Olaraga (Dispora) mengatakan di informasikan kepada salurtuh masyarakat Kota Pagar Alam dan sekitarnya rute kegian gerak jalan,karnaval dan pawai dalam rangka Hut RI Ke-80 star simpang empat Pos Polisi finis di terminal. Dari postingan akun facebok dinas dispora tersebut membuat kami berasumsi akan tidak lagi tahun ini gerak jalan di mulai dari lapangan Merdeka alun alun Utara, itulah yang membuat kami sangat kecewa karena baru kali ini terjadi adanya perubahan dari pemerintah Pagar Alam jikalau itu benar adanya,” pungkasnya. (LEN)