oleh

Sedih, Setahun Hanya Dapat 1 kali Insentif

*Tugiman Jadi Guru Ngaji Selama 12 Tahun

LUBUKLINGGAU, MS – Nasib guru ngaji di Kota Lubuklinggau, nampaknya tidak sejalan dengan visi misi Kota Lubuklinggau Madani, sebab balas jasa Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau terhadap guru ngaji tidak sebanding dengan kerja keras mereka memberikan pendidikan kepada anak-anak di Kota Lubuklinggau.

Contohnya, Tugiman (63), warga Taba Baru, Kecamatan Lubuklinggau Utara 1 yang merupakan guru ngaji di wilayahnya mengaku, telah mengabdi selama 12 tahun sebagai guru ngaji. Sayangnya, dalam setahun dirinya hanya mendapatkan 1 kali insentif dari Pemkot Lubuklinggau.

“Pengennya minimal 3 bulan sekali dapat insentif, apalagi kan Lubuklinggau mau menjadi Kota Madani. Harusnya kesejahteraan guru ngaji bisa lebih diperhatikan lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengaku, pihaknya telah membagikan insentif kepada 997 guru ngaji di Kota Lubuklinggau dengan nominal masing-masing guru ngaji mendapatkan Rp. 1 juta, Selasa (20/6/2017) yang dipusatkan di Masjid Agung Al-Baari, Kota Lubuklinggau.

“Ini bentuk perhatian kita, bagian dari visi kita menuju masyarakat madani, sebab ujung tombaknya guru ngaji, tokoh agama dan masjid sebagai sarananya. Itu yang harus diperhatikan. Itu bagian dari program kita,” ungkapnya. (dhiae)

News Feed