oleh

Selesai Adzan, Rumah Lurah Terbakar

LUBUKLINGGAU, MS – Si Jago Merah kembali mengamuk,kali ini melalap rumah milik Lurah Keputraan,Kecamatan Lubuklinggau Barat II,Parhan yang berada di Jalan Puncak Kemuning,Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Selasa (24/1/2017) sekitar pukul 12.30 WIB.

Saat kebakaran terjadi didalam rumah lurah ini hanya ada anak dan pembantunya, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kendati demikian kerugian ditaksir kisaran Rp 50 juta.

Informasi yang berhasil dihimpun, mula nya api muncul dari pelapon dan bagian atas rumah dibagian ruang keluarga,yang diduga berasal dari konsleting listrik.

Api kemudian menyambar ke bagian dalam tepatnya diruang keluarga korban, sehingga menghanguskan berbagai macam peralatan elektronik seperti televisi, digital, dvd, dan lainnya, kemudian api juga merambat ke sofa yang berada diruangan tersebut.

Warga yang mengetahui peristiwa ini langsung berbondong-bondong mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Kelang beberapa menit kemudian  5 unit mobil pemadam kebakaran tiba dilokasi kebakaran.Akses jalan yang luas ‎ menuju lokasi mempermudah petugas PBK untuk menjinakkan api.

Dua dari lima mobil PBK langsung dikerahkan memadamkan api, sementara 3 mobil lainnya stanbye dibelakang untuk antisipasi jika kekurangan air. Api baru bisa padamkan setelah 30 menit kemudian.

Sahrun (40) salah satu warga setempat menerangkan saat kejadian warga setempat sedang beristirahat karena hendak melaksanakan sholat Dzuhur, sehingga bisa bersama-sama memadamkan api.

“Kejadiannya pas selesai adzan Dzuhur, sekitar jam 12.30 siang, jadi warga yang lagi istrihat mau sholat langsung kerumah pak lurah bantu madamkan api dan menyelamatkan perabotan,” ujarnya.

Menurut dia, api tersebut belum begitu membesar sehingga lebih mudah dipadamkan, hal itu juga dibantu dengan kondisi langit Lubuklinggau yang mendung dan sedikit gerimis.

“Apinya tidak begitu besar, jadi beruntung api tidak sempat membesar sehingga tidak menghanguskan seluruh rumah dan rumah warga lainnya, api bisa dipadamkan sekitar 30 menit,”ungkap, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, Kgs Effendi Feri saat diwawancara dilokasi kejadian.

Dikatakan Feri, kebakaran tersebut disebabkan konsleting listrik,sehingga barang yang terbakar mayoritas alat elektronik korban yang berada diruang keluarga,kemudian menyambar ke sofa dan beberapa bingkai foto.

“Kata pak lurah tadi kerugian sekitar Rp 50 juta, beruntung warga disini juga membantu memadamkan api dari sisi belakang rumah, jadi api belum sempat membesar,” ujarnya.

Sedangkan, Parhan mengaku bahwa kebakaran yang menimpahnya menghanguskan barang elektronik yang ada diruang keluarga, dengan kerugian kurang dari Rp 50 juta. (Dhiae)

News Feed