oleh

Tim Advokasi Nansuko Lapor Panwaslu

LUBUKLINGGAU, MS – Tim advokasi pasangan calon nomor urut 2 (Nansuko) menggelar press converence usai melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh tim Paslon lain, Senin (9/4/2018).

Ketua tim advokasi Nansuko, Fauzi Ariyanto, SH mengatakan pihaknya telah mematuhi aturan sesuai PKPU nomor 7 tahun 2017 tentang pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) harus sesuai aturan.

“Kita menyesali kenapa masih ada tim dari paslon lain yang sampai saat ini gencar memasang apk. Padahal sudah disosialisasikan kalau pemasangan apk harus ditempat atau posko yang telah di daftarkan di KPU Lubuklinggau. Ini yang kita sesalkan. Makanya kita laporkan kepada panwaslu. Dan sejauh ini belum ada penindakan dari panwaslu. Namun kita masih menunggu tindakan nyata dari panwaslu,” ujarnya.

Fauzi menambahkan seharusnya per tanggal 17 februari yang lalu sudah disepakati kalau tidak boleh lagi melakukan pemasangan APK. Ini yang kita terapkan kepada tim kita. “Kita melaporkan 34 posko baru.Karena tim kita merasa telah sesuai aturan sejauh ini,” tegasnya.

Fauzi menambahkan terkait keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ikut kampanye. ” Kami dari tim Paslon nomor 2 tidak pernah melibatkan ASN ikut kampanye, apalagi memobilisasi ASN untuk hadir dan berkampanye,” terangnya.

Paslon nomor urut 2 ini memang petahana, namun beliau tidak punya kuasa lagi untuk memobilisasi ASN. Yang ada saat ini pihaknya telah melaporkan terkait ASN yang ikut kampanye di paslon lain.

“Hari ini (9/4) bukan hanya sekedar foto. Namun video yang kita lampirkan sebagai bukti bahwa ASN ikut kampanye dengan melakukan orasi politik, mengajak masyarakat memilih salah satu paslon . Oknum ASN itu berdinas sebagai guru di SMP Negeri 8 Lubuklinggau. Waktu kejadian sekira 15.00, tertanggal (5/4/2018) dikelurahan pasar satelit,” paparnya.

Harapannya panwaslu Lubuklinggau tegas dalam menindak oknum ASN yang nakal, serta tegas menindak paslon dan tim pemenangan yang melanggar aturan. Baik dalam pemasangan APK ditempat terlarang atau tidak sesuai aturan.

“Semua yang melanggar harus di tindak jangan tebang pilih, untuk itu kita menunggu langkah konkrit dari panwaslu Lubuklinggau, terkait laporan kita hari ini,” pungkasnya. (dhiae)

News Feed